Saturday, January 8, 2022

Kalkulator Resistor Warna untuk menghitung nilai Resistor 4 dan 5 gelang buat kamu yang males ngitung kode warna pada gelang-gelang resistor.

<;Kalkulator Resistor online 4 warna dan 5 warna Kalkulator Resistor online 4 warna dan 5 warna atau resistor Calculator 4 band or 5 band adalah alat yang berguna untuk membantu siswa SMK jurusan TKJ kelas 10 dalam mencari nilai resistor pada sebuah rangkaian elektronika dasar.

Cara menggunakan Kalkulator Resistor online 4 warna

Cara menggunakan Kalkulator Resistor online 4 warna dan 5 warna di bawah ini cukup mudah. Baca cara menggunakan Kalkulator Resistor online 4 warna dan 5 warna ini

  1. Pilih jumlah warna resistor yang akan dihitung. Jika memilih resistor 4 warna, maka gelang ke 3 akan non aktif
  2. Pilihwarna gelang ke 1
  3. Pilihwarna gelang ke 2
  4. Pilihwarna gelang ke 3 (pengali)
  5. Pilihwarna gelang ke 4 (toleransi)
  6. Klik tombol Calculate untuk menghitung, dan reset untuk menghapus
  7. Silahkan dicoba saja. Mudah 'kan?
Untuk memudahkan anda, lihat tabel kode warna resistor 4 warna dibawah.

<;Kalkulator Resistor online 4 warna dan 5 warna
Kalkulator Resistor online 4 warna dan 5 warna

Cara menggunakan Kalkulator Resistor online 5 warna

Cara menggunakan Kalkulator Resistor online 5 warna di bawah ini cukup mudah. Baca cara menggunakan Kalkulator Resistor online 5 warna ini

  1. Pilih jumlah warna resistor yang akan dihitung. Jika memilih resistor 5 warna, maka gelang ke 3 akan aktif
  2. Pilihwarna gelang ke 1
  3. Pilihwarna gelang ke 2
  4. Pilihwarna gelang ke 3
  5. Pilihwarna gelang ke 4 (pengali)
  6. Pilihwarna gelang ke 5 (toleransi
  7. Klik tombol Calculate / hitung
  8. Silahkan dicoba saja. Mudah 'kan?

Kalkulator Resistor online 4 warna dan 5 warna






Kalkulator Resistor Warna untuk menghitung nilai Resistor 4 dan 5 gelang buat kamu yang males ngitung kode warna pada gelang-gelang resistor.


Kalkulator Resistor online 4 warna dan 5 warna atau resistor Calculator 4 band or 5 band adalah alat yang berguna untuk membantu siswa SMK jurusan TKJ kelas 10 dalam mencari nilai resistor pada sebuah rangkaian elektronika dasar.

Cara menggunakan Kalkulator Resistor online 4 warna

Cara menggunakan Kalkulator Resistor online 4 warna dan 5 warna di bawah ini cukup mudah. Baca cara menggunakan Kalkulator Resistor online 4 warna dan 5 warna ini

  1. Pilih jumlah warna resistor yang akan dihitung. Jika memilih resistor 4 warna, maka gelang ke 3 akan non aktif
  2. Pilihwarna gelang ke 1
  3. Pilihwarna gelang ke 2
  4. Pilihwarna gelang ke 3 (pengali)
  5. Pilihwarna gelang ke 4 (toleransi)
  6. Klik tombol Calculate untuk menghitung, dan reset untuk menghapus
  7. Silahkan dicoba saja. Mudah 'kan?
Untuk memudahkan anda, lihat tabel kode warna resistor 4 warna dibawah.



Cara menggunakan Kalkulator Resistor online 5 warna

Cara menggunakan Kalkulator Resistor online 5 warna di bawah ini cukup mudah. Baca cara menggunakan Kalkulator Resistor online 5 warna ini

  1. Pilih jumlah warna resistor yang akan dihitung. Jika memilih resistor 5 warna, maka gelang ke 3 akan aktif
  2. Pilihwarna gelang ke 1
  3. Pilihwarna gelang ke 2
  4. Pilihwarna gelang ke 3
  5. Pilihwarna gelang ke 4 (pengali)
  6. Pilihwarna gelang ke 5 (toleransi
  7. Klik tombol Calculate / hitung
  8. Silahkan dicoba saja. Mudah 'kan?

Kalkulator Resistor online 4 warna dan 5 warna






Kalkulator Resistor Warna untuk menghitung nilai Resistor 4 dan 5 gelang buat kamu yang males ngitung kode warna pada gelang-gelang resistor.

Kalkulator Resistor online 4 warna dan 5 warna atau resistor Calculator 4 band or 5 band adalah alat yang berguna untuk membantu siswa SMK jurusan TKJ kelas 10 dalam mencari nilai resistor pada...



Hi, untuk membaca artikel ini lebih lanjut, kami sarankan langsung ke blog kami.

Ditunggu loh!


Sunday, January 2, 2022

Cara menghitung nilai resistor pada gelang 4 warna dan 5 warna menggunakan tabel warna resistor. Coba, ada yang bisa hapal gak Kode warna resistor?

<;Cara menghitung nilai resistor Cara menghitung nilai resistor gelang 4 warna dan 5 warna - Resistor adalah komponen elektronika yang bersifat pasif yang berfungsi menghambat laju arus dan tegangan listrik. Resistor datang dengan bermacam bentuk dan warna sehingga cukup sulit bagi pemula terutama siswa SMK jurusan TAV, Elin, TKJ, RPL dan MM mempelajarinya secara paripurna.

Oleh sebab itu, setelah kalian mempelajari dan memahami resistor, kita akan melanjutkan cara menghitung nilai resistor

Cara menghitung nilai resistor gelang 4 warna dan 5 warna


Satuan Resistor

Satuan Resistor seperti diketahui adalah Ohm (simbol Ω). Untuk menyatakan nilai resistor yang cukup besar, maka dipakai beberapa penulisan yang umum dipakai di Indonesia.

  1. 1 Ohm = 1 Ω
  2. 1000 Ohm (1 Kilo Ohm) = 1KΩ
  3. 1000000 Ohm (1 Mega Ohm) = 1MΩ


Penulisan nilai resistor

Penulisan nilai resistor ada banyak ragam. Nilai resistor yang tidak melulu bernilai pas, maka ada beberapa teknik penulisan nilai resistor yang dipahami semua orang

  1. 1,2 Ohm = 1R2
  2. 1200 Ohm = 1,2KΩ , 1K2
  3. 6800 Ohm = 6,8KΩ , 6K8
  4. 10000 Ohm = 10KΩ
  5. 1000000 Ohm = 1MΩ
  6. 4,7 Ohm = 4R7
  7. 3,0 Ohm = 3R0
  8. 560 Ohm = 560R atau 0R56
  9. 2200 Ohm = 2K2
  10. 0.47 Ohm= R47 atau 0R47
  11. 2000000 Ohm = 2M0
  12. 1200000 Ohm = 1M2


Standar kode warna resistor menurut EIA-RS 279

Standar kode warna resistor menurut EIA-RS 279 ini sudah dikembangkan sejak tahun 1957 oleh bangsa Eropa dan Amerika. EIA ini adalah singkatan dari Electronic Industries Alliance, sebuah organisasi yang didirikan oleh RMA (Radio Manufacturers Association) dari amerika dan Eropa.

Menurut standar EIA-RS-279, kode warna pada resistor dibagi menjadi tiga jenis,
  1. Kode warna resistor 4 gelang
  2. Kode warna resistor 5 gelang
  3. Kode warna resistor 6 gelang


Tabel kode warna resistor

Tabel kode warna nilai resistor merupakan standar EIA yang disepakati. Standar Nilai hambatan resistor yang dijual dipasar Indonesia umumnya merujuk pada deret E-Series yaitu E12 dan E24

<;Tabel kode warna nilai resistor
Tabel kode warna nilai resistor

Aslinya ada banyak standar nilai resistor. Karena di Indonesia toko elektronik kebanyakan menjual resistor yang memakai standar E-series deret E12. Memang sih Deret E12 adalah dasar E-series standar nilai resistor lainnya.

Deret E12 maksudnya adalah setiap deret dekade (range 10 �? 100 dan seterusnya) dibagi dalam 12 langkah.

<;Tabel kode warna nilai resistor
Rumus dekade E12 dipakai untuk dasar perhitungan nilai resistor pada deret E-Series

Saya berikan contoh range 10 - 100 dibagi 12 langkah, nilai resistor dalam dekade ini adalah : 10 �? 12 �? 15 �? 18 �? 22 �? 27 �? 33 �? 39 �? 47 �? 56 �? 68 �? 82

Nilai-nilai resistor ini juga dapat bernilai pangkat sepuluhnya (1,2 �? 12 �? 120 �? 1200 dan seterusnya).

Cara menghitung resistor 4 warna

Kenapa nilai resistor dibuat menggunakan kode warna? Tidak dicetak langsung nilainya? Pertama, teknologi jaman itu belum dapat mencetak huruf kecil seperti saat ini. Kedua, memudahkan identifikasi komponen resistor karena komponen ini termasuk kecil dijamannya.

Cara membaca kode warna resistor 4 gelang bagi awam cukup susah, oleh sebab itu kita perlu patokan, warna tertentu untuk menentukan arah pembacaan gelang. Ada 3 warna yang selalu digunakan sebagai akhir warna gelang ke 4. Jika diketahui warna gelang ke 4, maka kita dapat menentukan warna gelang1,2,dan 3.

  1. Warna emas
  2. Warna perak
  3. Tak berWarna
Setelah diketahui warna ini, maka kita dapat menentukan warna gelang1, gelang2 dan gelang3.

<;Cara menghitung nilai resistor 4 warna
cara membaca warna resistor adalah dari gelang1, gelang2, gelang3 dan gelang ke 4

Gunakan tabel kode warna resistor 4 gelang dibawah ini untuk menentukan nilai resistor 4 warna.

Kode warna resistor 4 gelang
Kode warna Gelang 1 (Angka 1) Gelang 2 (Angka 2) Gelang 3 (Pengali) Gelang 4 (Toleransi)
Hitam00100 = X1
Coklat11101 = X10
Merah22102 = X100
Oranye33103 = X1000
Kuning44104 = X10000
Hijau55105 = X100000
Biru66106
Ungu77107
Abu-abu88108
Putih99109
Emas0.15%
Perak0.0110%
Tak berwarna20%

Contoh soal menghitung kode warna resistor 4 warna

Contoh soal menghitung kode warna resistor 4 warna. Mari coba beberapa contoh soal menghitung nilai resistor 4 warna.

Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 merah = 2
  2. Gelang 2 merah = 2
  3. Gelang 3 coklat = x 10
  4. Gelang 4 emas = 5%


Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 hijau = 5
  2. Gelang 2 biru = 6
  3. Gelang 3 merah = x 100
  4. Gelang 4 perak = 10%


Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 coklat = 1
  2. Gelang 2 hitam = 0
  3. Gelang 3 perak = x 0,01
  4. Gelang 4 emas = 5%


Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 coklat = 1
  2. Gelang 2 merah = 2
  3. Gelang 3 biru = x 1000000
  4. Gelang 4 emas = 5%


Cara menghitung resistor 5 warna

Cara membaca kode warna resistor 5 warna sama saja seperti cara membaca kode warna resistor 4 warna, patokan warna tertentu untuk menentukan arah pembacaan warna juga masih sama. Ada 7 warna yang selalu digunakan sebagai akhir gelang ke 5, yaitu:

  1. Warna coklat
  2. Warna merah
  3. Hijau
  4. Warna Biru
  5. Warna Ungu
  6. Warna emas
  7. Warna perak
Selain itu, pada badan resistor 5 warna, pada gelang ke 5 ada sedikit jarak, sehingga kita dapat menentukan bahwa ini gelang ke 5.

Setelah diketahui warna ini, maka kita dapat menentukan warna gelang1, gelang2 dan gelang3, dan gelang4.

<;Cara menghitung nilai resistor 5 warna
cara membaca warna resistor adalah dari gelang1, gelang2, gelang3, gelang4 dan gelang5

Gunakan tabel kode warna resistor 5 gelang dibawah ini untuk menentukan nilai resistor 5 warna.

Kode warna resistor 5 gelang
Kode warna Gelang 1 (Angka 1) Gelang 2 (Angka 2) Gelang 3 (Angka 3) Gelang 4 (Pengali) Gelang 5 (Toleransi)
Hitam00010°
Coklat11110¹1%
Merah22210²2%
Oranye33310³
Kuning44410�?
Hijau5551050,5%
Biru6661060,25%
Ungu7771070,1%
Abu-abu888
Putih999
Emas0.15%
Perak0.0110%

Contoh soal menghitung kode warna resistor 5 warna

Contoh soal menghitung kode warna resistor 4 warna. Mari coba beberapa contoh soal menghitung nilai resistor 4 warna.

Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 merah = 2
  2. Gelang 2 merah = 2
  3. Gelang 3 hitam = 0
  4. Gelang 4 hitam = x 10° atau x 1
  5. Gelang 5 coklat = 1%


Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 merah = 2
  2. Gelang 2 merah = 2
  3. Gelang 3 hitam = 0
  4. Gelang 4 orange = x 10³ atau x 1000
  5. Gelang 5 coklat = 1%


Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 orange = 3
  2. Gelang 2 hijau = 5
  3. Gelang 3 hitam = 0
  4. Gelang 4 orange = x 1000
  5. Gelang 5 coklat = 1%


Cara menghitung nilai resistor pada gelang 4 warna dan 5 warna menggunakan tabel warna resistor. Coba, ada yang bisa hapal gak Kode warna resistor?


Cara menghitung nilai resistor gelang 4 warna dan 5 warna - Resistor adalah komponen elektronika yang bersifat pasif yang berfungsi menghambat laju arus dan tegangan listrik. Resistor datang dengan bermacam bentuk dan warna sehingga cukup sulit bagi pemula terutama siswa SMK jurusan TAV, Elin, TKJ, RPL dan MM mempelajarinya secara paripurna.

Oleh sebab itu, setelah kalian mempelajari dan memahami resistor, kita akan melanjutkan cara menghitung nilai resistor

Cara menghitung nilai resistor gelang 4 warna dan 5 warna


Satuan Resistor

Satuan Resistor seperti diketahui adalah Ohm (simbol Ω). Untuk menyatakan nilai resistor yang cukup besar, maka dipakai beberapa penulisan yang umum dipakai di Indonesia.

  1. 1 Ohm = 1 Ω
  2. 1000 Ohm (1 Kilo Ohm) = 1KΩ
  3. 1000000 Ohm (1 Mega Ohm) = 1MΩ


Penulisan nilai resistor

Penulisan nilai resistor ada banyak ragam. Nilai resistor yang tidak melulu bernilai pas, maka ada beberapa teknik penulisan nilai resistor yang dipahami semua orang

  1. 1,2 Ohm = 1R2
  2. 1200 Ohm = 1,2KΩ , 1K2
  3. 6800 Ohm = 6,8KΩ , 6K8
  4. 10000 Ohm = 10KΩ
  5. 1000000 Ohm = 1MΩ
  6. 4,7 Ohm = 4R7
  7. 3,0 Ohm = 3R0
  8. 560 Ohm = 560R atau 0R56
  9. 2200 Ohm = 2K2
  10. 0.47 Ohm= R47 atau 0R47
  11. 2000000 Ohm = 2M0
  12. 1200000 Ohm = 1M2


Standar kode warna resistor menurut EIA-RS 279

Standar kode warna resistor menurut EIA-RS 279 ini sudah dikembangkan sejak tahun 1957 oleh bangsa Eropa dan Amerika. EIA ini adalah singkatan dari Electronic Industries Alliance, sebuah organisasi yang didirikan oleh RMA (Radio Manufacturers Association) dari amerika dan Eropa.

Menurut standar EIA-RS-279, kode warna pada resistor dibagi menjadi tiga jenis,
  1. Kode warna resistor 4 gelang
  2. Kode warna resistor 5 gelang
  3. Kode warna resistor 6 gelang


Tabel kode warna resistor

Tabel kode warna nilai resistor merupakan standar EIA yang disepakati. Standar Nilai hambatan resistor yang dijual dipasar Indonesia umumnya merujuk pada deret E-Series yaitu E12 dan E24



Aslinya ada banyak standar nilai resistor. Karena di Indonesia toko elektronik kebanyakan menjual resistor yang memakai standar E-series deret E12. Memang sih Deret E12 adalah dasar E-series standar nilai resistor lainnya.

Deret E12 maksudnya adalah setiap deret dekade (range 10 – 100 dan seterusnya) dibagi dalam 12 langkah.



Saya berikan contoh range 10 - 100 dibagi 12 langkah, nilai resistor dalam dekade ini adalah : 10 – 12 – 15 – 18 – 22 – 27 – 33 – 39 – 47 – 56 – 68 – 82

Nilai-nilai resistor ini juga dapat bernilai pangkat sepuluhnya (1,2 – 12 – 120 – 1200 dan seterusnya).

Cara menghitung resistor 4 warna

Kenapa nilai resistor dibuat menggunakan kode warna? Tidak dicetak langsung nilainya? Pertama, teknologi jaman itu belum dapat mencetak huruf kecil seperti saat ini. Kedua, memudahkan identifikasi komponen resistor karena komponen ini termasuk kecil dijamannya.

Cara membaca kode warna resistor 4 gelang bagi awam cukup susah, oleh sebab itu kita perlu patokan, warna tertentu untuk menentukan arah pembacaan gelang. Ada 3 warna yang selalu digunakan sebagai akhir warna gelang ke 4. Jika diketahui warna gelang ke 4, maka kita dapat menentukan warna gelang1,2,dan 3.

  1. Warna emas
  2. Warna perak
  3. Tak berWarna
Setelah diketahui warna ini, maka kita dapat menentukan warna gelang1, gelang2 dan gelang3.



Gunakan tabel kode warna resistor 4 gelang dibawah ini untuk menentukan nilai resistor 4 warna.

Kode warna resistor 4 gelang
Kode warna Gelang 1 (Angka 1) Gelang 2 (Angka 2) Gelang 3 (Pengali) Gelang 4 (Toleransi)
Hitam00100 = X1
Coklat11101 = X10
Merah22102 = X100
Oranye33103 = X1000
Kuning44104 = X10000
Hijau55105 = X100000
Biru66106
Ungu77107
Abu-abu88108
Putih99109
Emas0.15%
Perak0.0110%
Tak berwarna20%

Contoh soal menghitung kode warna resistor 4 warna

Contoh soal menghitung kode warna resistor 4 warna. Mari coba beberapa contoh soal menghitung nilai resistor 4 warna.

Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 merah = 2
  2. Gelang 2 merah = 2
  3. Gelang 3 coklat = x 10
  4. Gelang 4 emas = 5%


Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 hijau = 5
  2. Gelang 2 biru = 6
  3. Gelang 3 merah = x 100
  4. Gelang 4 perak = 10%


Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 coklat = 1
  2. Gelang 2 hitam = 0
  3. Gelang 3 perak = x 0,01
  4. Gelang 4 emas = 5%


Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 coklat = 1
  2. Gelang 2 merah = 2
  3. Gelang 3 biru = x 1000000
  4. Gelang 4 emas = 5%


Cara menghitung resistor 5 warna

Cara membaca kode warna resistor 5 warna sama saja seperti cara membaca kode warna resistor 4 warna, patokan warna tertentu untuk menentukan arah pembacaan warna juga masih sama. Ada 7 warna yang selalu digunakan sebagai akhir gelang ke 5, yaitu:

  1. Warna coklat
  2. Warna merah
  3. Hijau
  4. Warna Biru
  5. Warna Ungu
  6. Warna emas
  7. Warna perak
Selain itu, pada badan resistor 5 warna, pada gelang ke 5 ada sedikit jarak, sehingga kita dapat menentukan bahwa ini gelang ke 5.

Setelah diketahui warna ini, maka kita dapat menentukan warna gelang1, gelang2 dan gelang3, dan gelang4.



Gunakan tabel kode warna resistor 5 gelang dibawah ini untuk menentukan nilai resistor 5 warna.

Kode warna resistor 5 gelang
Kode warna Gelang 1 (Angka 1) Gelang 2 (Angka 2) Gelang 3 (Angka 3) Gelang 4 (Pengali) Gelang 5 (Toleransi)
Hitam00010°
Coklat11110¹1%
Merah22210²2%
Oranye33310³
Kuning44410⁴
Hijau5551050,5%
Biru6661060,25%
Ungu7771070,1%
Abu-abu888
Putih999
Emas0.15%
Perak0.0110%

Contoh soal menghitung kode warna resistor 5 warna

Contoh soal menghitung kode warna resistor 4 warna. Mari coba beberapa contoh soal menghitung nilai resistor 4 warna.

Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 merah = 2
  2. Gelang 2 merah = 2
  3. Gelang 3 hitam = 0
  4. Gelang 4 hitam = x 10° atau x 1
  5. Gelang 5 coklat = 1%


Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 merah = 2
  2. Gelang 2 merah = 2
  3. Gelang 3 hitam = 0
  4. Gelang 4 orange = x 10³ atau x 1000
  5. Gelang 5 coklat = 1%


Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 orange = 3
  2. Gelang 2 hijau = 5
  3. Gelang 3 hitam = 0
  4. Gelang 4 orange = x 1000
  5. Gelang 5 coklat = 1%


Cara menghitung nilai resistor pada gelang 4 warna dan 5 warna menggunakan tabel warna resistor. Coba, ada yang bisa hapal gak Kode warna resistor?

Cara menghitung nilai resistor gelang 4 warna dan 5 warna - Resistor adalah komponen elektronika yang bersifat pasif yang berfungsi menghambat laju arus dan tegangan listrik. Resistor datang dengan...



Hi, untuk membaca artikel ini lebih lanjut, kami sarankan langsung ke blog kami.

Ditunggu loh!


Saturday, January 1, 2022

Resistor, komponen elektronika pasif, kecil barangnya tapi gede fungsinya.

<;Pengertian Resistor dan fungsinya dalam elektronika Pengertian Resistor, jenis dan fungsinya dalam elektronika - Resistor adalah komponen elektronika yang bersifat pasif yang berfungsi menghambat laju arus dan tegangan listrik. Resistor merupakan komponen paling penting dalam dunia elektrik dan elektronika karena merupakan bagian dari hukum Ohm yang tak terpisahkan.

<;resistor dan hukum ohm
Hukum Ohm

Setelah kalian mempelajari tentang Arus dan tegangan listrik, hukum Ohm dan daya listrik, kita akan belajar memahami komponen elektronika. Komponen pertama yang akan dipelajari yaitu Resistor.

Resistor


Pengertian Resistor

Resistor adalah komponen elektronika bersifat pasif memiliki karakter semikonduktor, yang artinya dapat menghambat arus listrik atau melewatkan arus listrik sesuai nilai hambatan yang ada di resistor.

Asal kata Resistor resist yang artinya menahan/menghambat. Resistansi adalah sifat bahan yang dapat menahan/menghambat aliran elektron (kita sebut saja arus listrik).

Bahan Resistor

Bahan konduktor adalah bahan yang memiliki resistansi (hambatan) kecil sehingga arus listrik dapat mengalir.Contoh bahan konduktor adalah besi, tembaga dan aluminium yang sangat baik menghantarkan listrik karena nilai resistansinya sangat rendah.

Bahan semikonduktor adalah bahan yang memiliki resistansi (hambatan) dengan karakter tertentu. Contoh bahan semikonduktor adalah silikon, karbon, dan film. Kelebihan bahan semikonduktor adalah aliran arus listrik ini dapat dikendalikan (diatur) berdasarkan kondisi tertentu walau masih mengikuti hukum ohm.

Bahan isolator adalah bahan yang memiliki resistansi (hambatan) sangat tinggi sehingga sulit pada aliran listrik mengalir dibahan ini. Contoh bahan isolator adalah karet dan kayu.

Disipasi Daya Resistor

Saat menyatakan resistansi "sebaiknya" disertakan batas kemampuan dayanya. Berbagai macam resistor di buat dari bahan yang berbeda dengan sifat-sifat yang berbeda. Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resitor pada suatu rancangan selain besar resistansi adalah besar watt-nya. Kenapa?

Karena resistor dialiri arus listrik, dan fungsi utama menahan arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W = I x I x R watt. Ukuran fisik resistor bisa jadi petunjuk, semakin besar resistor, semakin mampu menahan panas.

Umumnya di pasar tersedia ukuran 1/8 Watt, 1/4 watt, 1/2 watt, 1, 2, 5, 10 sampai 20 watt. Resistor yang memiliki disipasi daya 5, 10 dan 20 watt umumnya berbentuk kubik memanjang persegi empat berwarna putih, namun ada juga yang berbentuk tabung. Nilai Resistor ukuran besar ini biasanya dicetak langsung dibadannya, misalnya 2,2�? / 5W

Fungsi Resistor

Fungsi resistor adalah menahan arus dan tegangan listrik pada level tertentu sehingga output arus / tegangan sesuai dengan kebutuhan pada rangkaian listrik berikutnya.

  1. Resistor berfungsi untuk membatasi arus listrik yang mengalir melewati dirinya.
  2. Resistor digunakan untuk aplikasi pengukuran arus listrik DC yang memerlukan keakuratan. Misalnya aplikasi pemakaian resistor pada Alat ukur DC, dan tegangan referensi pada voltage regulator.
  3. Sebagai standar di dalam verifikasi akurasi sebuah alat ukur resistive.
  4. Fungsi resistor untuk mengatur tegangan keluar (output) dalam rangkaian power supply.
  5. Dapat berguna untuk aplikasi power, sebab memerlukan frekuensi respon yang baik, daya yang tinggi serta nilai yang lebih besar dari pada power wirewound resistor.
  6. Resistor juga berguna sebagai pembagi tegangan dan arus listrik.


Implementasi pemakaian resistor untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh sederhana, anda ingin mengganti lampu motor dengan led, maka perhitungan sederhanannya seperti ini. (ingat, ini perhitungan sederhana sekali)

<;implementasi resistor
Implementasi resistor dalam rangkaian listrik sederhana

Simbol resistor dan satuan resistor

Ada 2 simbol resistor yang umum digunakan:
  1. Simbol resistor versi Eropa
  2. Simbol resistor versi Amerika
Di Indonesia, terutama sekolah dan perguruan tinggi lebih banyak menggunakan simbol resistor versi dari Eropa. Sedangkan pada Industri elektronika, simbol resistor banyak menggunakan versi Amerika. Mungkin karena produk Elektronika banyak dibuat di negara Amerika kali ya...

Satuan resistor adalah Omega (ohm Ω ) Resistor dalam teori dan prakteknya di tulis dengan perlambangan huruf R

<;Simbol resistor dan satuannya
Simbol resistor dan satuannya

Tipe-tipe resistor

Ada banyak tipe resistor yang dijual dipasaran, tergantung spesifikasi dan kebutuhan resistor tersebut akan digunakan tujuannya buat apa:
  1. Resistor Linear
    1. Resistor tetap
    2. Resistor tidak tetap
  2. Resistor Non Linear
    1. Thermal resistor (Thermistor)
    2. Light dependent Resistor (LDR)
    3. Voltage dependent resistor (Varistor)
    4. Surface Mount device resistor (SMD)


A. Resistor Linear

Pengertian resistor tetap

Pengertian resistor tetap (linear) adalah resistor yang memiliki nilai resistansi (hambatan) tetap. Nilai ini biasanya tertera di badan resistor atau untuk jenis resistor yang umum menggunakan kode warna resistor. Baca Cara membaca kode warna resistor 4 gelang (pita)

Jenis resistor tetap

Resistor Linear terdiri dari beberapa jenis, sesuai fungsi dan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

  1. Jenis Resistor Tetap (fixed resistor)
    1. Resistor carbon
    2. Resistor kawat (Wire wound resistor)
    3. Thick film resistor
      • Resistor Fuse
      • Cermet film resistor
      • Metal oxide resistor
    4. Thin film resistor (SMD)
      • Carbon film Resistor
      • Metal film resistor
<;resistor linear resistor tetap
Beberapa bentuk resistor linear tipe resistor tetap

Fungsi resistor tetap

Fungsi Resistor akan selali disesuaikan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

Penjelasan tentang Resistor linear dan Fungsinya
No Resitor tetap Fungsi
1 Resistor carbon Tipe resistor pertama yang pernah dibuat. Tipe ini sudah jarang digunakan karena kurang stabil saat temperaturnya meningkat. Fungsi utamanya menahan arus dan tegangan listrik rendah
2 Resistor kawat (wire wound) Resistor ini dibuat dengan cara melilitkan kawat pada bahan semikonduktor (keramik) lalu membungkusnya dengan bahan isolator. Bentuk biasanya memiliki ukuran yang besar. Nilai resistansinya tertulis pada badan resistor. Resistor kawat digunakan dalam rangkaian listrik berdaya besar seperti power amplifier, power suply, dll karena mampu menahan arus dan tegangan tinggi dan tahan panas
3 Resistor thick film Resistor ini dibuat dari bahan karbon dan film. Beberapa material resistor dibuat khusus sesuai fungsi. Misal fuse resistor dipakai sebagai sekring pengaman arus tinggi (fuse). Jika melebihi ambang toleransi, resistor akan putus.
4 Resistor thin film Resistor ini dibuat dari bahan karbon dan film. Beberapa material resistor dibuat khusus sesuai fungsi. Kelebihan dari resistor thin film adalah sangat stabil dan tahan lama. Mampu menahan arus dan tegangan dan memilikik toleransi kesalahan yang sangat kecil.

Pengertian resistor variabel (tidak tetap)

Pengertian resistor variabel (tidak tetap) adalah resistor yang memiliki nilai resistansi (hambatan) bervariasi. Nilai ini biasanya tertera di badan resistor dalam bentuk range(jangkauan).

Jenis resistor variabel (tidak tetap)

Resistor variabel terdiri dari beberapa jenis, sesuai fungsi dan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

  1. Resistor tidak Tetap (variable resistor)
    1. Potensiometer resistor
    2. Trimer resitor / trimer potensio (trimpot)
    3. Rheostat
<;resistor linear resistor tidak tetap
Beberapa bentuk resistor linear tipe resistor tidak tetap dan simbolnya

Fungsi resistor Variabel

Fungsi Resistor variabel akan selalu disesuaikan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

Penjelasan Resistor variabel
No Resitor variabel Fungsi
1 Potensiometer Potensiometer termasuk tipe Resistor yang dapat dirubah nilai resistansinya (variabel resistor). Cara merubahnya cukup putar atau geser. Bentuk resistor variabel macam-macam, yang digambar hanyalah sebagian. Implementasi potensiometer yang sampai sekarang masih dipakai adalah pengatur volume suara, grafik equalizer, pengatur tengangan.
2 Trimmer potensiometer (trimpot) Trimmer Potensiometer termasuk tipe Resistor yang dapat dirubah nilai resistansinya (variabel resistor) versi halus. Cara merubahnya cukup putar atau geser menggunakan obeng mines karena kecil. Bentuk resistor variabel macam-macam, yang digambar hanyalah sebagian. Implementasi trimmer potensiometer yang sampai sekarang masih dipakai adalah pengatur halus (presisi) volume suara, grafik equalizer, pengatur tengangan
3 Rheostat Rheostat adalah variabel resistor yang digunakan untuk mengontrol arus listrik dan tegangan dalam suatu rangkaian. Rheostat didesain untuk bisa bekerja pada arus yang tinggi, oleh sebab itu secara fisik, rhestat besar dan kuat. Alat ini sering digunakan sebagai pengontrol daya, contoh untuk mengatur intensitas cahaya lampu, kecepatan motor dinamo, pemanas dsb.


B. Resistor Non Linear

Pengertian resistor no linear

Pengertian resistor non linear adalah resistor yang memiliki nilai resistansi (hambatan) tidak tetap. Kok mirip dengan resistor variabel ya? Ya mirip tapi resistor jenis non linear nilai hambatannya dipengaruhi secara otomatis oleh beberapa keadaan disekitarnya, misal karena suhu, cahaya, kelembapan dll. Maka resistor non linear cocok untuk sensor-sensor

Jenis resistor non linear

Resistor non Linear terdiri dari beberapa jenis, sesuai fungsi dan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

  1. Thermal resistor Thermistor
    1. Positive Temperature Coefficient (PTC) Thermistor
    2. Negatif Temperature Coeffisient NTC Thermistor
  2. Light dependent Resistor (LDR)
  3. Voltage dependent resistor Varistor
  4. Surface Mount device resistor (SMD)


<;resistor non linear
Beberapa bentuk resistor non linear beserta simbolnya

Fungsi resistor non linear

Fungsi Resistor non linear akan selalu disesuaikan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

Penjelasan Resistor non linear
No Resitor non linear Fungsi
1 Thermistor Positive Temperature Coefficient Thermistor adalah komponen sejenis resistor yang nilai resistansinya dapat berubah karena pengaruh suhu. Diambil dari namanya Thermistor (Thermal Resistor atau thermally sensitive resistor, ) berarti komponen ini terpengaruh panas (Thermal). Positive Temperature Coefficient (PTC) bekerja secara positif jika semakin tinggi suhu, maka akan semakin tinggi juga nilai resistansinya. PTC banyak dipakai sebagai sensor suhu, misal di kulkas, mesin AC dll.
2 Thermistor Negative Temperature Coefficient Thermistor Negative Temperature Coefficient (NTC) bekerja secara negatif jika semakin tinggi suhu, maka akan semakin menurun juga nilai resistansinya
3 LDR (Light Dependent Resistor) LDR (Light Dependent Resistor) adalah tipe variabel resistor yang nilai resistansinya tergantung atau di pengaruhi oleh cahaya. Nilai Hambatan atau resistansi dari LDR akan berubah rubah tergantung intensitas cahaya yang di terimanya. Semakin banyak cahaya yang di terima akan semakin menurun nilai hambatannya dan sebaliknya pada saat gelap hambatannya akan menjadi tinggi. LDR banyak dipakai sebagai sensor cahaya. Misal lampu otomatis.
4 Varistor (VDR) VDR (Voltage Dependent Resistor) disebut juga dengan nama Varistor adalah resistor yang resistansinya tergantung pada tegangan yang diberikan. Nilai resistansi VDR akan tinggi pada saat tegangan yang diberikan pada VDR tersebut rendah. Sebaliknya, resistansinya akan turun dengan cepat pada saat tegangan yang diberikan pada Varistor tinggi. Dalam praktek varistor digunakan sebagai stabilisator tegangan, akan rangkaian aman dari lonjakan listrik
5 SMD SMD (surface mount device) adalah resistor berbentuk sangat kecil. Biasa ditemui pada rangkaian yang memiliki tegangan kerja kecil, terutama rangkaian digital. Saat ini komponen SMD hampir menggantikan tipe resistor yang umum karena alat elektronika makin hari makin kecil


Resistor, komponen elektronika pasif, kecil barangnya tapi gede fungsinya.


Pengertian Resistor, jenis dan fungsinya dalam elektronika - Resistor adalah komponen elektronika yang bersifat pasif yang berfungsi menghambat laju arus dan tegangan listrik. Resistor merupakan komponen paling penting dalam dunia elektrik dan elektronika karena merupakan bagian dari hukum Ohm yang tak terpisahkan.



Setelah kalian mempelajari tentang Arus dan tegangan listrik, hukum Ohm dan daya listrik, kita akan belajar memahami komponen elektronika. Komponen pertama yang akan dipelajari yaitu Resistor.

Resistor


Pengertian Resistor

Resistor adalah komponen elektronika bersifat pasif memiliki karakter semikonduktor, yang artinya dapat menghambat arus listrik atau melewatkan arus listrik sesuai nilai hambatan yang ada di resistor.

Asal kata Resistor resist yang artinya menahan/menghambat. Resistansi adalah sifat bahan yang dapat menahan/menghambat aliran elektron (kita sebut saja arus listrik).

Bahan Resistor

Bahan konduktor adalah bahan yang memiliki resistansi (hambatan) kecil sehingga arus listrik dapat mengalir.Contoh bahan konduktor adalah besi, tembaga dan aluminium yang sangat baik menghantarkan listrik karena nilai resistansinya sangat rendah.

Bahan semikonduktor adalah bahan yang memiliki resistansi (hambatan) dengan karakter tertentu. Contoh bahan semikonduktor adalah silikon, karbon, dan film. Kelebihan bahan semikonduktor adalah aliran arus listrik ini dapat dikendalikan (diatur) berdasarkan kondisi tertentu walau masih mengikuti hukum ohm.

Bahan isolator adalah bahan yang memiliki resistansi (hambatan) sangat tinggi sehingga sulit pada aliran listrik mengalir dibahan ini. Contoh bahan isolator adalah karet dan kayu.

Disipasi Daya Resistor

Saat menyatakan resistansi "sebaiknya" disertakan batas kemampuan dayanya. Berbagai macam resistor di buat dari bahan yang berbeda dengan sifat-sifat yang berbeda. Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resitor pada suatu rancangan selain besar resistansi adalah besar watt-nya. Kenapa?

Karena resistor dialiri arus listrik, dan fungsi utama menahan arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W = I x I x R watt. Ukuran fisik resistor bisa jadi petunjuk, semakin besar resistor, semakin mampu menahan panas.

Umumnya di pasar tersedia ukuran 1/8 Watt, 1/4 watt, 1/2 watt, 1, 2, 5, 10 sampai 20 watt. Resistor yang memiliki disipasi daya 5, 10 dan 20 watt umumnya berbentuk kubik memanjang persegi empat berwarna putih, namun ada juga yang berbentuk tabung. Nilai Resistor ukuran besar ini biasanya dicetak langsung dibadannya, misalnya 2,2Ω / 5W

Fungsi Resistor

Fungsi resistor adalah menahan arus dan tegangan listrik pada level tertentu sehingga output arus / tegangan sesuai dengan kebutuhan pada rangkaian listrik berikutnya.

  1. Resistor berfungsi untuk membatasi arus listrik yang mengalir melewati dirinya.
  2. Resistor digunakan untuk aplikasi pengukuran arus listrik DC yang memerlukan keakuratan. Misalnya aplikasi pemakaian resistor pada Alat ukur DC, dan tegangan referensi pada voltage regulator.
  3. Sebagai standar di dalam verifikasi akurasi sebuah alat ukur resistive.
  4. Fungsi resistor untuk mengatur tegangan keluar (output) dalam rangkaian power supply.
  5. Dapat berguna untuk aplikasi power, sebab memerlukan frekuensi respon yang baik, daya yang tinggi serta nilai yang lebih besar dari pada power wirewound resistor.
  6. Resistor juga berguna sebagai pembagi tegangan dan arus listrik.


Implementasi pemakaian resistor untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh sederhana, anda ingin mengganti lampu motor dengan led, maka perhitungan sederhanannya seperti ini. (ingat, ini perhitungan sederhana sekali)



Simbol resistor dan satuan resistor

Ada 2 simbol resistor yang umum digunakan:
  1. Simbol resistor versi Eropa
  2. Simbol resistor versi Amerika
Di Indonesia, terutama sekolah dan perguruan tinggi lebih banyak menggunakan simbol resistor versi dari Eropa. Sedangkan pada Industri elektronika, simbol resistor banyak menggunakan versi Amerika. Mungkin karena produk Elektronika banyak dibuat di negara Amerika kali ya...

Satuan resistor adalah Omega (ohm Ω ) Resistor dalam teori dan prakteknya di tulis dengan perlambangan huruf R



Tipe-tipe resistor

Ada banyak tipe resistor yang dijual dipasaran, tergantung spesifikasi dan kebutuhan resistor tersebut akan digunakan tujuannya buat apa:
  1. Resistor Linear
    1. Resistor tetap
    2. Resistor tidak tetap
  2. Resistor Non Linear
    1. Thermal resistor (Thermistor)
    2. Light dependent Resistor (LDR)
    3. Voltage dependent resistor (Varistor)
    4. Surface Mount device resistor (SMD)


A. Resistor Linear

Pengertian resistor tetap

Pengertian resistor tetap (linear) adalah resistor yang memiliki nilai resistansi (hambatan) tetap. Nilai ini biasanya tertera di badan resistor atau untuk jenis resistor yang umum menggunakan kode warna resistor. Baca Cara membaca kode warna resistor 4 gelang (pita)

Jenis resistor tetap

Resistor Linear terdiri dari beberapa jenis, sesuai fungsi dan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

  1. Jenis Resistor Tetap (fixed resistor)
    1. Resistor carbon
    2. Resistor kawat (Wire wound resistor)
    3. Thick film resistor
      • Resistor Fuse
      • Cermet film resistor
      • Metal oxide resistor
    4. Thin film resistor (SMD)
      • Carbon film Resistor
      • Metal film resistor


Fungsi resistor tetap

Fungsi Resistor akan selali disesuaikan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

Penjelasan tentang Resistor linear dan Fungsinya
No Resitor tetap Fungsi
1 Resistor carbon Tipe resistor pertama yang pernah dibuat. Tipe ini sudah jarang digunakan karena kurang stabil saat temperaturnya meningkat. Fungsi utamanya menahan arus dan tegangan listrik rendah
2 Resistor kawat (wire wound) Resistor ini dibuat dengan cara melilitkan kawat pada bahan semikonduktor (keramik) lalu membungkusnya dengan bahan isolator. Bentuk biasanya memiliki ukuran yang besar. Nilai resistansinya tertulis pada badan resistor. Resistor kawat digunakan dalam rangkaian listrik berdaya besar seperti power amplifier, power suply, dll karena mampu menahan arus dan tegangan tinggi dan tahan panas
3 Resistor thick film Resistor ini dibuat dari bahan karbon dan film. Beberapa material resistor dibuat khusus sesuai fungsi. Misal fuse resistor dipakai sebagai sekring pengaman arus tinggi (fuse). Jika melebihi ambang toleransi, resistor akan putus.
4 Resistor thin film Resistor ini dibuat dari bahan karbon dan film. Beberapa material resistor dibuat khusus sesuai fungsi. Kelebihan dari resistor thin film adalah sangat stabil dan tahan lama. Mampu menahan arus dan tegangan dan memilikik toleransi kesalahan yang sangat kecil.

Pengertian resistor variabel (tidak tetap)

Pengertian resistor variabel (tidak tetap) adalah resistor yang memiliki nilai resistansi (hambatan) bervariasi. Nilai ini biasanya tertera di badan resistor dalam bentuk range(jangkauan).

Jenis resistor variabel (tidak tetap)

Resistor variabel terdiri dari beberapa jenis, sesuai fungsi dan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

  1. Resistor tidak Tetap (variable resistor)
    1. Potensiometer resistor
    2. Trimer resitor / trimer potensio (trimpot)
    3. Rheostat


Fungsi resistor Variabel

Fungsi Resistor variabel akan selalu disesuaikan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

Penjelasan Resistor variabel
No Resitor variabel Fungsi
1 Potensiometer Potensiometer termasuk tipe Resistor yang dapat dirubah nilai resistansinya (variabel resistor). Cara merubahnya cukup putar atau geser. Bentuk resistor variabel macam-macam, yang digambar hanyalah sebagian. Implementasi potensiometer yang sampai sekarang masih dipakai adalah pengatur volume suara, grafik equalizer, pengatur tengangan.
2 Trimmer potensiometer (trimpot) Trimmer Potensiometer termasuk tipe Resistor yang dapat dirubah nilai resistansinya (variabel resistor) versi halus. Cara merubahnya cukup putar atau geser menggunakan obeng mines karena kecil. Bentuk resistor variabel macam-macam, yang digambar hanyalah sebagian. Implementasi trimmer potensiometer yang sampai sekarang masih dipakai adalah pengatur halus (presisi) volume suara, grafik equalizer, pengatur tengangan
3 Rheostat Rheostat adalah variabel resistor yang digunakan untuk mengontrol arus listrik dan tegangan dalam suatu rangkaian. Rheostat didesain untuk bisa bekerja pada arus yang tinggi, oleh sebab itu secara fisik, rhestat besar dan kuat. Alat ini sering digunakan sebagai pengontrol daya, contoh untuk mengatur intensitas cahaya lampu, kecepatan motor dinamo, pemanas dsb.


B. Resistor Non Linear

Pengertian resistor no linear

Pengertian resistor non linear adalah resistor yang memiliki nilai resistansi (hambatan) tidak tetap. Kok mirip dengan resistor variabel ya? Ya mirip tapi resistor jenis non linear nilai hambatannya dipengaruhi secara otomatis oleh beberapa keadaan disekitarnya, misal karena suhu, cahaya, kelembapan dll. Maka resistor non linear cocok untuk sensor-sensor

Jenis resistor non linear

Resistor non Linear terdiri dari beberapa jenis, sesuai fungsi dan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

  1. Thermal resistor Thermistor
    1. Positive Temperature Coefficient (PTC) Thermistor
    2. Negatif Temperature Coeffisient NTC Thermistor
  2. Light dependent Resistor (LDR)
  3. Voltage dependent resistor Varistor
  4. Surface Mount device resistor (SMD)




Fungsi resistor non linear

Fungsi Resistor non linear akan selalu disesuaikan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

Penjelasan Resistor non linear
No Resitor non linear Fungsi
1 Thermistor Positive Temperature Coefficient Thermistor adalah komponen sejenis resistor yang nilai resistansinya dapat berubah karena pengaruh suhu. Diambil dari namanya Thermistor (Thermal Resistor atau thermally sensitive resistor, ) berarti komponen ini terpengaruh panas (Thermal). Positive Temperature Coefficient (PTC) bekerja secara positif jika semakin tinggi suhu, maka akan semakin tinggi juga nilai resistansinya. PTC banyak dipakai sebagai sensor suhu, misal di kulkas, mesin AC dll.
2 Thermistor Negative Temperature Coefficient Thermistor Negative Temperature Coefficient (NTC) bekerja secara negatif jika semakin tinggi suhu, maka akan semakin menurun juga nilai resistansinya
3 LDR (Light Dependent Resistor) LDR (Light Dependent Resistor) adalah tipe variabel resistor yang nilai resistansinya tergantung atau di pengaruhi oleh cahaya. Nilai Hambatan atau resistansi dari LDR akan berubah rubah tergantung intensitas cahaya yang di terimanya. Semakin banyak cahaya yang di terima akan semakin menurun nilai hambatannya dan sebaliknya pada saat gelap hambatannya akan menjadi tinggi. LDR banyak dipakai sebagai sensor cahaya. Misal lampu otomatis.
4 Varistor (VDR) VDR (Voltage Dependent Resistor) disebut juga dengan nama Varistor adalah resistor yang resistansinya tergantung pada tegangan yang diberikan. Nilai resistansi VDR akan tinggi pada saat tegangan yang diberikan pada VDR tersebut rendah. Sebaliknya, resistansinya akan turun dengan cepat pada saat tegangan yang diberikan pada Varistor tinggi. Dalam praktek varistor digunakan sebagai stabilisator tegangan, akan rangkaian aman dari lonjakan listrik
5 SMD SMD (surface mount device) adalah resistor berbentuk sangat kecil. Biasa ditemui pada rangkaian yang memiliki tegangan kerja kecil, terutama rangkaian digital. Saat ini komponen SMD hampir menggantikan tipe resistor yang umum karena alat elektronika makin hari makin kecil