Sunday, January 2, 2022

Cara menghitung nilai resistor pada gelang 4 warna dan 5 warna menggunakan tabel warna resistor. Coba, ada yang bisa hapal gak Kode warna resistor?


Cara menghitung nilai resistor gelang 4 warna dan 5 warna - Resistor adalah komponen elektronika yang bersifat pasif yang berfungsi menghambat laju arus dan tegangan listrik. Resistor datang dengan bermacam bentuk dan warna sehingga cukup sulit bagi pemula terutama siswa SMK jurusan TAV, Elin, TKJ, RPL dan MM mempelajarinya secara paripurna.

Oleh sebab itu, setelah kalian mempelajari dan memahami resistor, kita akan melanjutkan cara menghitung nilai resistor

Cara menghitung nilai resistor gelang 4 warna dan 5 warna


Satuan Resistor

Satuan Resistor seperti diketahui adalah Ohm (simbol Ω). Untuk menyatakan nilai resistor yang cukup besar, maka dipakai beberapa penulisan yang umum dipakai di Indonesia.

  1. 1 Ohm = 1 Ω
  2. 1000 Ohm (1 Kilo Ohm) = 1KΩ
  3. 1000000 Ohm (1 Mega Ohm) = 1MΩ


Penulisan nilai resistor

Penulisan nilai resistor ada banyak ragam. Nilai resistor yang tidak melulu bernilai pas, maka ada beberapa teknik penulisan nilai resistor yang dipahami semua orang

  1. 1,2 Ohm = 1R2
  2. 1200 Ohm = 1,2KΩ , 1K2
  3. 6800 Ohm = 6,8KΩ , 6K8
  4. 10000 Ohm = 10KΩ
  5. 1000000 Ohm = 1MΩ
  6. 4,7 Ohm = 4R7
  7. 3,0 Ohm = 3R0
  8. 560 Ohm = 560R atau 0R56
  9. 2200 Ohm = 2K2
  10. 0.47 Ohm= R47 atau 0R47
  11. 2000000 Ohm = 2M0
  12. 1200000 Ohm = 1M2


Standar kode warna resistor menurut EIA-RS 279

Standar kode warna resistor menurut EIA-RS 279 ini sudah dikembangkan sejak tahun 1957 oleh bangsa Eropa dan Amerika. EIA ini adalah singkatan dari Electronic Industries Alliance, sebuah organisasi yang didirikan oleh RMA (Radio Manufacturers Association) dari amerika dan Eropa.

Menurut standar EIA-RS-279, kode warna pada resistor dibagi menjadi tiga jenis,
  1. Kode warna resistor 4 gelang
  2. Kode warna resistor 5 gelang
  3. Kode warna resistor 6 gelang


Tabel kode warna resistor

Tabel kode warna nilai resistor merupakan standar EIA yang disepakati. Standar Nilai hambatan resistor yang dijual dipasar Indonesia umumnya merujuk pada deret E-Series yaitu E12 dan E24



Aslinya ada banyak standar nilai resistor. Karena di Indonesia toko elektronik kebanyakan menjual resistor yang memakai standar E-series deret E12. Memang sih Deret E12 adalah dasar E-series standar nilai resistor lainnya.

Deret E12 maksudnya adalah setiap deret dekade (range 10 – 100 dan seterusnya) dibagi dalam 12 langkah.



Saya berikan contoh range 10 - 100 dibagi 12 langkah, nilai resistor dalam dekade ini adalah : 10 – 12 – 15 – 18 – 22 – 27 – 33 – 39 – 47 – 56 – 68 – 82

Nilai-nilai resistor ini juga dapat bernilai pangkat sepuluhnya (1,2 – 12 – 120 – 1200 dan seterusnya).

Cara menghitung resistor 4 warna

Kenapa nilai resistor dibuat menggunakan kode warna? Tidak dicetak langsung nilainya? Pertama, teknologi jaman itu belum dapat mencetak huruf kecil seperti saat ini. Kedua, memudahkan identifikasi komponen resistor karena komponen ini termasuk kecil dijamannya.

Cara membaca kode warna resistor 4 gelang bagi awam cukup susah, oleh sebab itu kita perlu patokan, warna tertentu untuk menentukan arah pembacaan gelang. Ada 3 warna yang selalu digunakan sebagai akhir warna gelang ke 4. Jika diketahui warna gelang ke 4, maka kita dapat menentukan warna gelang1,2,dan 3.

  1. Warna emas
  2. Warna perak
  3. Tak berWarna
Setelah diketahui warna ini, maka kita dapat menentukan warna gelang1, gelang2 dan gelang3.



Gunakan tabel kode warna resistor 4 gelang dibawah ini untuk menentukan nilai resistor 4 warna.

Kode warna resistor 4 gelang
Kode warna Gelang 1 (Angka 1) Gelang 2 (Angka 2) Gelang 3 (Pengali) Gelang 4 (Toleransi)
Hitam00100 = X1
Coklat11101 = X10
Merah22102 = X100
Oranye33103 = X1000
Kuning44104 = X10000
Hijau55105 = X100000
Biru66106
Ungu77107
Abu-abu88108
Putih99109
Emas0.15%
Perak0.0110%
Tak berwarna20%

Contoh soal menghitung kode warna resistor 4 warna

Contoh soal menghitung kode warna resistor 4 warna. Mari coba beberapa contoh soal menghitung nilai resistor 4 warna.

Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 merah = 2
  2. Gelang 2 merah = 2
  3. Gelang 3 coklat = x 10
  4. Gelang 4 emas = 5%


Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 hijau = 5
  2. Gelang 2 biru = 6
  3. Gelang 3 merah = x 100
  4. Gelang 4 perak = 10%


Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 coklat = 1
  2. Gelang 2 hitam = 0
  3. Gelang 3 perak = x 0,01
  4. Gelang 4 emas = 5%


Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 coklat = 1
  2. Gelang 2 merah = 2
  3. Gelang 3 biru = x 1000000
  4. Gelang 4 emas = 5%


Cara menghitung resistor 5 warna

Cara membaca kode warna resistor 5 warna sama saja seperti cara membaca kode warna resistor 4 warna, patokan warna tertentu untuk menentukan arah pembacaan warna juga masih sama. Ada 7 warna yang selalu digunakan sebagai akhir gelang ke 5, yaitu:

  1. Warna coklat
  2. Warna merah
  3. Hijau
  4. Warna Biru
  5. Warna Ungu
  6. Warna emas
  7. Warna perak
Selain itu, pada badan resistor 5 warna, pada gelang ke 5 ada sedikit jarak, sehingga kita dapat menentukan bahwa ini gelang ke 5.

Setelah diketahui warna ini, maka kita dapat menentukan warna gelang1, gelang2 dan gelang3, dan gelang4.



Gunakan tabel kode warna resistor 5 gelang dibawah ini untuk menentukan nilai resistor 5 warna.

Kode warna resistor 5 gelang
Kode warna Gelang 1 (Angka 1) Gelang 2 (Angka 2) Gelang 3 (Angka 3) Gelang 4 (Pengali) Gelang 5 (Toleransi)
Hitam00010°
Coklat11110¹1%
Merah22210²2%
Oranye33310³
Kuning44410⁴
Hijau5551050,5%
Biru6661060,25%
Ungu7771070,1%
Abu-abu888
Putih999
Emas0.15%
Perak0.0110%

Contoh soal menghitung kode warna resistor 5 warna

Contoh soal menghitung kode warna resistor 4 warna. Mari coba beberapa contoh soal menghitung nilai resistor 4 warna.

Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 merah = 2
  2. Gelang 2 merah = 2
  3. Gelang 3 hitam = 0
  4. Gelang 4 hitam = x 10° atau x 1
  5. Gelang 5 coklat = 1%


Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 merah = 2
  2. Gelang 2 merah = 2
  3. Gelang 3 hitam = 0
  4. Gelang 4 orange = x 10³ atau x 1000
  5. Gelang 5 coklat = 1%


Tanya:

Diketahui resistor:

  1. Gelang 1 orange = 3
  2. Gelang 2 hijau = 5
  3. Gelang 3 hitam = 0
  4. Gelang 4 orange = x 1000
  5. Gelang 5 coklat = 1%


Cara menghitung nilai resistor pada gelang 4 warna dan 5 warna menggunakan tabel warna resistor. Coba, ada yang bisa hapal gak Kode warna resistor?

Cara menghitung nilai resistor gelang 4 warna dan 5 warna - Resistor adalah komponen elektronika yang bersifat pasif yang berfungsi menghambat laju arus dan tegangan listrik. Resistor datang dengan...



Hi, untuk membaca artikel ini lebih lanjut, kami sarankan langsung ke blog kami.

Ditunggu loh!


Saturday, January 1, 2022

Resistor, komponen elektronika pasif, kecil barangnya tapi gede fungsinya.

<;Pengertian Resistor dan fungsinya dalam elektronika Pengertian Resistor, jenis dan fungsinya dalam elektronika - Resistor adalah komponen elektronika yang bersifat pasif yang berfungsi menghambat laju arus dan tegangan listrik. Resistor merupakan komponen paling penting dalam dunia elektrik dan elektronika karena merupakan bagian dari hukum Ohm yang tak terpisahkan.

<;resistor dan hukum ohm
Hukum Ohm

Setelah kalian mempelajari tentang Arus dan tegangan listrik, hukum Ohm dan daya listrik, kita akan belajar memahami komponen elektronika. Komponen pertama yang akan dipelajari yaitu Resistor.

Resistor


Pengertian Resistor

Resistor adalah komponen elektronika bersifat pasif memiliki karakter semikonduktor, yang artinya dapat menghambat arus listrik atau melewatkan arus listrik sesuai nilai hambatan yang ada di resistor.

Asal kata Resistor resist yang artinya menahan/menghambat. Resistansi adalah sifat bahan yang dapat menahan/menghambat aliran elektron (kita sebut saja arus listrik).

Bahan Resistor

Bahan konduktor adalah bahan yang memiliki resistansi (hambatan) kecil sehingga arus listrik dapat mengalir.Contoh bahan konduktor adalah besi, tembaga dan aluminium yang sangat baik menghantarkan listrik karena nilai resistansinya sangat rendah.

Bahan semikonduktor adalah bahan yang memiliki resistansi (hambatan) dengan karakter tertentu. Contoh bahan semikonduktor adalah silikon, karbon, dan film. Kelebihan bahan semikonduktor adalah aliran arus listrik ini dapat dikendalikan (diatur) berdasarkan kondisi tertentu walau masih mengikuti hukum ohm.

Bahan isolator adalah bahan yang memiliki resistansi (hambatan) sangat tinggi sehingga sulit pada aliran listrik mengalir dibahan ini. Contoh bahan isolator adalah karet dan kayu.

Disipasi Daya Resistor

Saat menyatakan resistansi "sebaiknya" disertakan batas kemampuan dayanya. Berbagai macam resistor di buat dari bahan yang berbeda dengan sifat-sifat yang berbeda. Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resitor pada suatu rancangan selain besar resistansi adalah besar watt-nya. Kenapa?

Karena resistor dialiri arus listrik, dan fungsi utama menahan arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W = I x I x R watt. Ukuran fisik resistor bisa jadi petunjuk, semakin besar resistor, semakin mampu menahan panas.

Umumnya di pasar tersedia ukuran 1/8 Watt, 1/4 watt, 1/2 watt, 1, 2, 5, 10 sampai 20 watt. Resistor yang memiliki disipasi daya 5, 10 dan 20 watt umumnya berbentuk kubik memanjang persegi empat berwarna putih, namun ada juga yang berbentuk tabung. Nilai Resistor ukuran besar ini biasanya dicetak langsung dibadannya, misalnya 2,2�? / 5W

Fungsi Resistor

Fungsi resistor adalah menahan arus dan tegangan listrik pada level tertentu sehingga output arus / tegangan sesuai dengan kebutuhan pada rangkaian listrik berikutnya.

  1. Resistor berfungsi untuk membatasi arus listrik yang mengalir melewati dirinya.
  2. Resistor digunakan untuk aplikasi pengukuran arus listrik DC yang memerlukan keakuratan. Misalnya aplikasi pemakaian resistor pada Alat ukur DC, dan tegangan referensi pada voltage regulator.
  3. Sebagai standar di dalam verifikasi akurasi sebuah alat ukur resistive.
  4. Fungsi resistor untuk mengatur tegangan keluar (output) dalam rangkaian power supply.
  5. Dapat berguna untuk aplikasi power, sebab memerlukan frekuensi respon yang baik, daya yang tinggi serta nilai yang lebih besar dari pada power wirewound resistor.
  6. Resistor juga berguna sebagai pembagi tegangan dan arus listrik.


Implementasi pemakaian resistor untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh sederhana, anda ingin mengganti lampu motor dengan led, maka perhitungan sederhanannya seperti ini. (ingat, ini perhitungan sederhana sekali)

<;implementasi resistor
Implementasi resistor dalam rangkaian listrik sederhana

Simbol resistor dan satuan resistor

Ada 2 simbol resistor yang umum digunakan:
  1. Simbol resistor versi Eropa
  2. Simbol resistor versi Amerika
Di Indonesia, terutama sekolah dan perguruan tinggi lebih banyak menggunakan simbol resistor versi dari Eropa. Sedangkan pada Industri elektronika, simbol resistor banyak menggunakan versi Amerika. Mungkin karena produk Elektronika banyak dibuat di negara Amerika kali ya...

Satuan resistor adalah Omega (ohm Ω ) Resistor dalam teori dan prakteknya di tulis dengan perlambangan huruf R

<;Simbol resistor dan satuannya
Simbol resistor dan satuannya

Tipe-tipe resistor

Ada banyak tipe resistor yang dijual dipasaran, tergantung spesifikasi dan kebutuhan resistor tersebut akan digunakan tujuannya buat apa:
  1. Resistor Linear
    1. Resistor tetap
    2. Resistor tidak tetap
  2. Resistor Non Linear
    1. Thermal resistor (Thermistor)
    2. Light dependent Resistor (LDR)
    3. Voltage dependent resistor (Varistor)
    4. Surface Mount device resistor (SMD)


A. Resistor Linear

Pengertian resistor tetap

Pengertian resistor tetap (linear) adalah resistor yang memiliki nilai resistansi (hambatan) tetap. Nilai ini biasanya tertera di badan resistor atau untuk jenis resistor yang umum menggunakan kode warna resistor. Baca Cara membaca kode warna resistor 4 gelang (pita)

Jenis resistor tetap

Resistor Linear terdiri dari beberapa jenis, sesuai fungsi dan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

  1. Jenis Resistor Tetap (fixed resistor)
    1. Resistor carbon
    2. Resistor kawat (Wire wound resistor)
    3. Thick film resistor
      • Resistor Fuse
      • Cermet film resistor
      • Metal oxide resistor
    4. Thin film resistor (SMD)
      • Carbon film Resistor
      • Metal film resistor
<;resistor linear resistor tetap
Beberapa bentuk resistor linear tipe resistor tetap

Fungsi resistor tetap

Fungsi Resistor akan selali disesuaikan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

Penjelasan tentang Resistor linear dan Fungsinya
No Resitor tetap Fungsi
1 Resistor carbon Tipe resistor pertama yang pernah dibuat. Tipe ini sudah jarang digunakan karena kurang stabil saat temperaturnya meningkat. Fungsi utamanya menahan arus dan tegangan listrik rendah
2 Resistor kawat (wire wound) Resistor ini dibuat dengan cara melilitkan kawat pada bahan semikonduktor (keramik) lalu membungkusnya dengan bahan isolator. Bentuk biasanya memiliki ukuran yang besar. Nilai resistansinya tertulis pada badan resistor. Resistor kawat digunakan dalam rangkaian listrik berdaya besar seperti power amplifier, power suply, dll karena mampu menahan arus dan tegangan tinggi dan tahan panas
3 Resistor thick film Resistor ini dibuat dari bahan karbon dan film. Beberapa material resistor dibuat khusus sesuai fungsi. Misal fuse resistor dipakai sebagai sekring pengaman arus tinggi (fuse). Jika melebihi ambang toleransi, resistor akan putus.
4 Resistor thin film Resistor ini dibuat dari bahan karbon dan film. Beberapa material resistor dibuat khusus sesuai fungsi. Kelebihan dari resistor thin film adalah sangat stabil dan tahan lama. Mampu menahan arus dan tegangan dan memilikik toleransi kesalahan yang sangat kecil.

Pengertian resistor variabel (tidak tetap)

Pengertian resistor variabel (tidak tetap) adalah resistor yang memiliki nilai resistansi (hambatan) bervariasi. Nilai ini biasanya tertera di badan resistor dalam bentuk range(jangkauan).

Jenis resistor variabel (tidak tetap)

Resistor variabel terdiri dari beberapa jenis, sesuai fungsi dan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

  1. Resistor tidak Tetap (variable resistor)
    1. Potensiometer resistor
    2. Trimer resitor / trimer potensio (trimpot)
    3. Rheostat
<;resistor linear resistor tidak tetap
Beberapa bentuk resistor linear tipe resistor tidak tetap dan simbolnya

Fungsi resistor Variabel

Fungsi Resistor variabel akan selalu disesuaikan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

Penjelasan Resistor variabel
No Resitor variabel Fungsi
1 Potensiometer Potensiometer termasuk tipe Resistor yang dapat dirubah nilai resistansinya (variabel resistor). Cara merubahnya cukup putar atau geser. Bentuk resistor variabel macam-macam, yang digambar hanyalah sebagian. Implementasi potensiometer yang sampai sekarang masih dipakai adalah pengatur volume suara, grafik equalizer, pengatur tengangan.
2 Trimmer potensiometer (trimpot) Trimmer Potensiometer termasuk tipe Resistor yang dapat dirubah nilai resistansinya (variabel resistor) versi halus. Cara merubahnya cukup putar atau geser menggunakan obeng mines karena kecil. Bentuk resistor variabel macam-macam, yang digambar hanyalah sebagian. Implementasi trimmer potensiometer yang sampai sekarang masih dipakai adalah pengatur halus (presisi) volume suara, grafik equalizer, pengatur tengangan
3 Rheostat Rheostat adalah variabel resistor yang digunakan untuk mengontrol arus listrik dan tegangan dalam suatu rangkaian. Rheostat didesain untuk bisa bekerja pada arus yang tinggi, oleh sebab itu secara fisik, rhestat besar dan kuat. Alat ini sering digunakan sebagai pengontrol daya, contoh untuk mengatur intensitas cahaya lampu, kecepatan motor dinamo, pemanas dsb.


B. Resistor Non Linear

Pengertian resistor no linear

Pengertian resistor non linear adalah resistor yang memiliki nilai resistansi (hambatan) tidak tetap. Kok mirip dengan resistor variabel ya? Ya mirip tapi resistor jenis non linear nilai hambatannya dipengaruhi secara otomatis oleh beberapa keadaan disekitarnya, misal karena suhu, cahaya, kelembapan dll. Maka resistor non linear cocok untuk sensor-sensor

Jenis resistor non linear

Resistor non Linear terdiri dari beberapa jenis, sesuai fungsi dan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

  1. Thermal resistor Thermistor
    1. Positive Temperature Coefficient (PTC) Thermistor
    2. Negatif Temperature Coeffisient NTC Thermistor
  2. Light dependent Resistor (LDR)
  3. Voltage dependent resistor Varistor
  4. Surface Mount device resistor (SMD)


<;resistor non linear
Beberapa bentuk resistor non linear beserta simbolnya

Fungsi resistor non linear

Fungsi Resistor non linear akan selalu disesuaikan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

Penjelasan Resistor non linear
No Resitor non linear Fungsi
1 Thermistor Positive Temperature Coefficient Thermistor adalah komponen sejenis resistor yang nilai resistansinya dapat berubah karena pengaruh suhu. Diambil dari namanya Thermistor (Thermal Resistor atau thermally sensitive resistor, ) berarti komponen ini terpengaruh panas (Thermal). Positive Temperature Coefficient (PTC) bekerja secara positif jika semakin tinggi suhu, maka akan semakin tinggi juga nilai resistansinya. PTC banyak dipakai sebagai sensor suhu, misal di kulkas, mesin AC dll.
2 Thermistor Negative Temperature Coefficient Thermistor Negative Temperature Coefficient (NTC) bekerja secara negatif jika semakin tinggi suhu, maka akan semakin menurun juga nilai resistansinya
3 LDR (Light Dependent Resistor) LDR (Light Dependent Resistor) adalah tipe variabel resistor yang nilai resistansinya tergantung atau di pengaruhi oleh cahaya. Nilai Hambatan atau resistansi dari LDR akan berubah rubah tergantung intensitas cahaya yang di terimanya. Semakin banyak cahaya yang di terima akan semakin menurun nilai hambatannya dan sebaliknya pada saat gelap hambatannya akan menjadi tinggi. LDR banyak dipakai sebagai sensor cahaya. Misal lampu otomatis.
4 Varistor (VDR) VDR (Voltage Dependent Resistor) disebut juga dengan nama Varistor adalah resistor yang resistansinya tergantung pada tegangan yang diberikan. Nilai resistansi VDR akan tinggi pada saat tegangan yang diberikan pada VDR tersebut rendah. Sebaliknya, resistansinya akan turun dengan cepat pada saat tegangan yang diberikan pada Varistor tinggi. Dalam praktek varistor digunakan sebagai stabilisator tegangan, akan rangkaian aman dari lonjakan listrik
5 SMD SMD (surface mount device) adalah resistor berbentuk sangat kecil. Biasa ditemui pada rangkaian yang memiliki tegangan kerja kecil, terutama rangkaian digital. Saat ini komponen SMD hampir menggantikan tipe resistor yang umum karena alat elektronika makin hari makin kecil


Resistor, komponen elektronika pasif, kecil barangnya tapi gede fungsinya.


Pengertian Resistor, jenis dan fungsinya dalam elektronika - Resistor adalah komponen elektronika yang bersifat pasif yang berfungsi menghambat laju arus dan tegangan listrik. Resistor merupakan komponen paling penting dalam dunia elektrik dan elektronika karena merupakan bagian dari hukum Ohm yang tak terpisahkan.



Setelah kalian mempelajari tentang Arus dan tegangan listrik, hukum Ohm dan daya listrik, kita akan belajar memahami komponen elektronika. Komponen pertama yang akan dipelajari yaitu Resistor.

Resistor


Pengertian Resistor

Resistor adalah komponen elektronika bersifat pasif memiliki karakter semikonduktor, yang artinya dapat menghambat arus listrik atau melewatkan arus listrik sesuai nilai hambatan yang ada di resistor.

Asal kata Resistor resist yang artinya menahan/menghambat. Resistansi adalah sifat bahan yang dapat menahan/menghambat aliran elektron (kita sebut saja arus listrik).

Bahan Resistor

Bahan konduktor adalah bahan yang memiliki resistansi (hambatan) kecil sehingga arus listrik dapat mengalir.Contoh bahan konduktor adalah besi, tembaga dan aluminium yang sangat baik menghantarkan listrik karena nilai resistansinya sangat rendah.

Bahan semikonduktor adalah bahan yang memiliki resistansi (hambatan) dengan karakter tertentu. Contoh bahan semikonduktor adalah silikon, karbon, dan film. Kelebihan bahan semikonduktor adalah aliran arus listrik ini dapat dikendalikan (diatur) berdasarkan kondisi tertentu walau masih mengikuti hukum ohm.

Bahan isolator adalah bahan yang memiliki resistansi (hambatan) sangat tinggi sehingga sulit pada aliran listrik mengalir dibahan ini. Contoh bahan isolator adalah karet dan kayu.

Disipasi Daya Resistor

Saat menyatakan resistansi "sebaiknya" disertakan batas kemampuan dayanya. Berbagai macam resistor di buat dari bahan yang berbeda dengan sifat-sifat yang berbeda. Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resitor pada suatu rancangan selain besar resistansi adalah besar watt-nya. Kenapa?

Karena resistor dialiri arus listrik, dan fungsi utama menahan arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W = I x I x R watt. Ukuran fisik resistor bisa jadi petunjuk, semakin besar resistor, semakin mampu menahan panas.

Umumnya di pasar tersedia ukuran 1/8 Watt, 1/4 watt, 1/2 watt, 1, 2, 5, 10 sampai 20 watt. Resistor yang memiliki disipasi daya 5, 10 dan 20 watt umumnya berbentuk kubik memanjang persegi empat berwarna putih, namun ada juga yang berbentuk tabung. Nilai Resistor ukuran besar ini biasanya dicetak langsung dibadannya, misalnya 2,2Ω / 5W

Fungsi Resistor

Fungsi resistor adalah menahan arus dan tegangan listrik pada level tertentu sehingga output arus / tegangan sesuai dengan kebutuhan pada rangkaian listrik berikutnya.

  1. Resistor berfungsi untuk membatasi arus listrik yang mengalir melewati dirinya.
  2. Resistor digunakan untuk aplikasi pengukuran arus listrik DC yang memerlukan keakuratan. Misalnya aplikasi pemakaian resistor pada Alat ukur DC, dan tegangan referensi pada voltage regulator.
  3. Sebagai standar di dalam verifikasi akurasi sebuah alat ukur resistive.
  4. Fungsi resistor untuk mengatur tegangan keluar (output) dalam rangkaian power supply.
  5. Dapat berguna untuk aplikasi power, sebab memerlukan frekuensi respon yang baik, daya yang tinggi serta nilai yang lebih besar dari pada power wirewound resistor.
  6. Resistor juga berguna sebagai pembagi tegangan dan arus listrik.


Implementasi pemakaian resistor untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh sederhana, anda ingin mengganti lampu motor dengan led, maka perhitungan sederhanannya seperti ini. (ingat, ini perhitungan sederhana sekali)



Simbol resistor dan satuan resistor

Ada 2 simbol resistor yang umum digunakan:
  1. Simbol resistor versi Eropa
  2. Simbol resistor versi Amerika
Di Indonesia, terutama sekolah dan perguruan tinggi lebih banyak menggunakan simbol resistor versi dari Eropa. Sedangkan pada Industri elektronika, simbol resistor banyak menggunakan versi Amerika. Mungkin karena produk Elektronika banyak dibuat di negara Amerika kali ya...

Satuan resistor adalah Omega (ohm Ω ) Resistor dalam teori dan prakteknya di tulis dengan perlambangan huruf R



Tipe-tipe resistor

Ada banyak tipe resistor yang dijual dipasaran, tergantung spesifikasi dan kebutuhan resistor tersebut akan digunakan tujuannya buat apa:
  1. Resistor Linear
    1. Resistor tetap
    2. Resistor tidak tetap
  2. Resistor Non Linear
    1. Thermal resistor (Thermistor)
    2. Light dependent Resistor (LDR)
    3. Voltage dependent resistor (Varistor)
    4. Surface Mount device resistor (SMD)


A. Resistor Linear

Pengertian resistor tetap

Pengertian resistor tetap (linear) adalah resistor yang memiliki nilai resistansi (hambatan) tetap. Nilai ini biasanya tertera di badan resistor atau untuk jenis resistor yang umum menggunakan kode warna resistor. Baca Cara membaca kode warna resistor 4 gelang (pita)

Jenis resistor tetap

Resistor Linear terdiri dari beberapa jenis, sesuai fungsi dan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

  1. Jenis Resistor Tetap (fixed resistor)
    1. Resistor carbon
    2. Resistor kawat (Wire wound resistor)
    3. Thick film resistor
      • Resistor Fuse
      • Cermet film resistor
      • Metal oxide resistor
    4. Thin film resistor (SMD)
      • Carbon film Resistor
      • Metal film resistor


Fungsi resistor tetap

Fungsi Resistor akan selali disesuaikan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

Penjelasan tentang Resistor linear dan Fungsinya
No Resitor tetap Fungsi
1 Resistor carbon Tipe resistor pertama yang pernah dibuat. Tipe ini sudah jarang digunakan karena kurang stabil saat temperaturnya meningkat. Fungsi utamanya menahan arus dan tegangan listrik rendah
2 Resistor kawat (wire wound) Resistor ini dibuat dengan cara melilitkan kawat pada bahan semikonduktor (keramik) lalu membungkusnya dengan bahan isolator. Bentuk biasanya memiliki ukuran yang besar. Nilai resistansinya tertulis pada badan resistor. Resistor kawat digunakan dalam rangkaian listrik berdaya besar seperti power amplifier, power suply, dll karena mampu menahan arus dan tegangan tinggi dan tahan panas
3 Resistor thick film Resistor ini dibuat dari bahan karbon dan film. Beberapa material resistor dibuat khusus sesuai fungsi. Misal fuse resistor dipakai sebagai sekring pengaman arus tinggi (fuse). Jika melebihi ambang toleransi, resistor akan putus.
4 Resistor thin film Resistor ini dibuat dari bahan karbon dan film. Beberapa material resistor dibuat khusus sesuai fungsi. Kelebihan dari resistor thin film adalah sangat stabil dan tahan lama. Mampu menahan arus dan tegangan dan memilikik toleransi kesalahan yang sangat kecil.

Pengertian resistor variabel (tidak tetap)

Pengertian resistor variabel (tidak tetap) adalah resistor yang memiliki nilai resistansi (hambatan) bervariasi. Nilai ini biasanya tertera di badan resistor dalam bentuk range(jangkauan).

Jenis resistor variabel (tidak tetap)

Resistor variabel terdiri dari beberapa jenis, sesuai fungsi dan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

  1. Resistor tidak Tetap (variable resistor)
    1. Potensiometer resistor
    2. Trimer resitor / trimer potensio (trimpot)
    3. Rheostat


Fungsi resistor Variabel

Fungsi Resistor variabel akan selalu disesuaikan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

Penjelasan Resistor variabel
No Resitor variabel Fungsi
1 Potensiometer Potensiometer termasuk tipe Resistor yang dapat dirubah nilai resistansinya (variabel resistor). Cara merubahnya cukup putar atau geser. Bentuk resistor variabel macam-macam, yang digambar hanyalah sebagian. Implementasi potensiometer yang sampai sekarang masih dipakai adalah pengatur volume suara, grafik equalizer, pengatur tengangan.
2 Trimmer potensiometer (trimpot) Trimmer Potensiometer termasuk tipe Resistor yang dapat dirubah nilai resistansinya (variabel resistor) versi halus. Cara merubahnya cukup putar atau geser menggunakan obeng mines karena kecil. Bentuk resistor variabel macam-macam, yang digambar hanyalah sebagian. Implementasi trimmer potensiometer yang sampai sekarang masih dipakai adalah pengatur halus (presisi) volume suara, grafik equalizer, pengatur tengangan
3 Rheostat Rheostat adalah variabel resistor yang digunakan untuk mengontrol arus listrik dan tegangan dalam suatu rangkaian. Rheostat didesain untuk bisa bekerja pada arus yang tinggi, oleh sebab itu secara fisik, rhestat besar dan kuat. Alat ini sering digunakan sebagai pengontrol daya, contoh untuk mengatur intensitas cahaya lampu, kecepatan motor dinamo, pemanas dsb.


B. Resistor Non Linear

Pengertian resistor no linear

Pengertian resistor non linear adalah resistor yang memiliki nilai resistansi (hambatan) tidak tetap. Kok mirip dengan resistor variabel ya? Ya mirip tapi resistor jenis non linear nilai hambatannya dipengaruhi secara otomatis oleh beberapa keadaan disekitarnya, misal karena suhu, cahaya, kelembapan dll. Maka resistor non linear cocok untuk sensor-sensor

Jenis resistor non linear

Resistor non Linear terdiri dari beberapa jenis, sesuai fungsi dan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

  1. Thermal resistor Thermistor
    1. Positive Temperature Coefficient (PTC) Thermistor
    2. Negatif Temperature Coeffisient NTC Thermistor
  2. Light dependent Resistor (LDR)
  3. Voltage dependent resistor Varistor
  4. Surface Mount device resistor (SMD)




Fungsi resistor non linear

Fungsi Resistor non linear akan selalu disesuaikan penggunaannya didalam rangkaian elektronika, diantaranya:

Penjelasan Resistor non linear
No Resitor non linear Fungsi
1 Thermistor Positive Temperature Coefficient Thermistor adalah komponen sejenis resistor yang nilai resistansinya dapat berubah karena pengaruh suhu. Diambil dari namanya Thermistor (Thermal Resistor atau thermally sensitive resistor, ) berarti komponen ini terpengaruh panas (Thermal). Positive Temperature Coefficient (PTC) bekerja secara positif jika semakin tinggi suhu, maka akan semakin tinggi juga nilai resistansinya. PTC banyak dipakai sebagai sensor suhu, misal di kulkas, mesin AC dll.
2 Thermistor Negative Temperature Coefficient Thermistor Negative Temperature Coefficient (NTC) bekerja secara negatif jika semakin tinggi suhu, maka akan semakin menurun juga nilai resistansinya
3 LDR (Light Dependent Resistor) LDR (Light Dependent Resistor) adalah tipe variabel resistor yang nilai resistansinya tergantung atau di pengaruhi oleh cahaya. Nilai Hambatan atau resistansi dari LDR akan berubah rubah tergantung intensitas cahaya yang di terimanya. Semakin banyak cahaya yang di terima akan semakin menurun nilai hambatannya dan sebaliknya pada saat gelap hambatannya akan menjadi tinggi. LDR banyak dipakai sebagai sensor cahaya. Misal lampu otomatis.
4 Varistor (VDR) VDR (Voltage Dependent Resistor) disebut juga dengan nama Varistor adalah resistor yang resistansinya tergantung pada tegangan yang diberikan. Nilai resistansi VDR akan tinggi pada saat tegangan yang diberikan pada VDR tersebut rendah. Sebaliknya, resistansinya akan turun dengan cepat pada saat tegangan yang diberikan pada Varistor tinggi. Dalam praktek varistor digunakan sebagai stabilisator tegangan, akan rangkaian aman dari lonjakan listrik
5 SMD SMD (surface mount device) adalah resistor berbentuk sangat kecil. Biasa ditemui pada rangkaian yang memiliki tegangan kerja kecil, terutama rangkaian digital. Saat ini komponen SMD hampir menggantikan tipe resistor yang umum karena alat elektronika makin hari makin kecil


Resistor, komponen elektronika pasif, kecil barangnya tapi gede fungsinya.

Pengertian Resistor, jenis dan fungsinya dalam elektronika - Resistor adalah komponen elektronika yang bersifat pasif yang berfungsi menghambat laju arus dan tegangan listrik. Resistor merupakan...



Hi, untuk membaca artikel ini lebih lanjut, kami sarankan langsung ke blog kami.

Ditunggu loh!


Sunday, December 19, 2021

Cara menggunakan AVOmeter | Multimeter Analog

<;AVOmeter Analog | Multimeter Analog | Alat ukur Listrik | Arus Tegangan Ohm Cara menggunakan AVOmeter - AVOmeter atau Multimeter merupakan alat ukur general purpose (digunakan secara luas). Fungsi AVOmeter (Multimeter/Multitester) Analog analog secara umum untuk mengukur tegangan, Arus dan Hambatan. AVO adalah singkatan dari Ampere Voltase dan Ohm jika di bahasakan menjadi Arus, Tegangan dan Resistansi/hambatan.

Setelah kalian mempelajari tentang Arus dan tegangan listrik, hukum Ohm dan daya listrik, kita akan belajar mengukur menggunakan alat ukur listrik seperti AVOmeter atau Multimeter

Fokus dalam pembahasan kali ini adalah AVOmeter Analog. Apa itu Analog? Lanjut baca ya...

Cara menggunakan AVOmeter Analog


Penjelasan AVOmeter Analog

AVOmeter adalah alat ukur listrik dan rangkaian listrik. Apa saja yang dapat diukur oleh AVOmeter? Sesuai namanya, AVOmeter dapat mengukur Ampere (Arus), Voltase(Tegangan) dan Ohm (Resistansi/hambatan) listrik

AVO atau Multimeter Analog adalah alat ukur listrik yang menggunakan penunjuk hasil pengukuran secara manual (analog) menggunakan jarum tunjuk. Jadi kalian harus dapat menganalisa dan memperhitungkan hasil pengukuran berdasarkan beberapa parameter. Gimana caranya? Baca terus...

Kenapa memakai AVOmeter analog? Pertama karena murah! Hehehe. Yang kedua handal dan awet.

Bagian-bagian AVOmeter Analog

Nah, bagian-bagian mana saja yang harus dipahami oleh kalian diantaranya ditunjukan oleh gambar dibawah ini.

<;bagian-bagian AVOmeter | Multimeter Analog | Alat ukur Listrik | Arus Tegangan Ohm
Gambar 1. Bagian-bagian AVOmeter analog

Ada 10 bagian AVOmeter yang akan sering dipakai dalam kegiatan pengukuran Arus, tegangan atau Ohm (resistansi)
Nilai resistor smd sistem EIA 96
No. Nama bagian Fungsi
1 Papan skala Papan yang berisi angka-angka yang diskalakan
2 Jarum penunjuk Jarum yang akan menunjuk pada angka tertentu dipapan skala.
3 Pengatur Nol (0) jarum Mengatur posisi jarum di angka 0 pada papan selector untuk pengukuran Tegangan dan Arus
4 Selector Tegangan DC Arahkan saklar selector ke posisi ini untuk mengukur tegangan DC. Tegangan DC seperti baterai dan AKI
5 Selector Arus DC Arahkan saklar selector ke posisi ini untuk mengukur tegangan DC. Tegangan DC seperti baterai dan AKI
6 Saklar selector Saklar untuk memilih jenis pengukuran. Misal, mengukur resistansi, arahkan saklar ke selector OHM, tegangan DC ke DCV atau tegangan AC ke ACV
7 Probe (peraba) Kabel merah dan hitam yang dipakai untuk mengukur dengan cara menempelkan ujung probe pada benda / alat yang akar diukur
8 Pengatur nol (0) Ohm meter Saat mengukur OHM, pastikan dikalibrasi (di nolkan) agar pengukuran akurat. Gimana caranya? Baca terus...
9 Selector Tegangan AC Arahkan saklar selector ke posisi ini untuk mengukur tegangan AC. Tegangan AC seperti PLN
10 Selector Ohm Selector untuk mengukur resistansi. Umumnya yang diukur adalah resistor, kabel dll.

K3LH dalam pemakaian AVOmeter

Agar AVOmeter yang dipakai awet dan menghindari kecelakaan kerja, maka perlu adanya pengetahuan dasar penggunaan AVOmeter.

A Matikan AVOmeter

Selalu posisikan saklar selector pada posisi OFF jika AVOmeter tidak digunakan, terutama dalam jangka waktu lama. Didalam AVOmeter terdapat 2 baterai yang akan bekerja saat saklar selector digunakan untuk pengukuran.

<;matikan avometer
Gambar 2. Mematikan AVOmeter analog

B Mengukur tegangan AC (listrik PLN) yang tidak diketahui besarnya

Saat mengukur tegangan, terutama AC (Alternating Current) yang tidak diketahui besaranya, maka pastikan saklar selector selalu pada posisi skala tertinggi.

Tujuannya agar saat tegangan yang terukur ternyata sangat besar, maka AVOmeter tidak jebol! (Rusak). Tegangan AC disebut tegangan dengan arus bolak balik, sehingga tidak ada polaritas (+ dan -). Silahkan gunakan probe untuk mengukur secara bebas.

<;cara mengukur tegangan AC (PLN) dengan avometer
Gambar 3. Keamanan dalam memakai AVOmeter mengukur tegangan listrik

C Mengukur tegangan DC (AKI / Baterai) yang tidak diketahui besarnya

Saat mengukur tegangan, terutama DC (Direct Current) yang tidak diketahui besaranya, maka pastikan saklar selector selalu pada posisi skala tertinggi.

Tujuannya agar saat tegangan yang terukur ternyata sangat besar, maka AVOmeter tidak jebol! (Rusak). Kemudian, tegangan DC disebut tegangan dengan arus searah, sehingga ada ada polaritas (+ dan -). Pastikan probe merah pada polaritas plus (+) dan probe hitam pada minus (-).

<;cara mengukur tegangan DC dengan avometer
Gambar 4. Keamanan dalam memakai AVOmeter mengukur tegangan DC (AKI, baterai, adaptor dll)

D Mengukur Arus



Memahami papan skala AVOmeter / Multimeter analog

Kita analisa dulu bagian-bagian papan skala pada AVOmeter/Multimeter dibawah ini ya...

<;memahami papan skala avometer
Gambar 5. Bagian-bagian papan skala AVOmeter

Pada saat mengukur tegangan, baik DC maupun AC, gunakan area papan bertuliskan DCV/ACV. Area kerja jarum dari 0 sampai angka maksimum (10/50/250). Sedangkan untuk pengukuran Ohm (resistansi), gunakan area kerja yang ditunjukan oleh garis panah hitam dari 0 sampai tak hingga.

Rumus membaca hasil pengukuran tegangan AVOmeter

Untuk membaca hasil pengukuran AVOmeter/Multimeter, maka selain pengalaman, ada juga rumusnya. Cari yang paling mudah saja, dan kalian juga dapat menemukan rumusnya sendiri seiring kalian sering menggunakan alat ukur listrik ini.



<;rumus membaca avometer
Gambar 6. Rumus membaca hasil pengukuran avometer tegangan

Contoh pengukuran tegangan DC AVOmeter

Langkah pengukuran Tegangan DC / AKI menggunakan AVOmeter.

  1. Lakukan cek AVOmeter, apakah ada baterainya
  2. Pastikan jarum tunjuk AVOmeter lurus dengan angka NOL. Gunakan cermin yang ada di papan skala
  3. Atur jarum tunjuk AVOmeter lurus dengan angka NOL (jika diperlukan). Gunakan obeng Minus dan cermin yang ada di papan skala, agar akurat
  4. Pastikan probe merah dan hitam dalam keadaan baik, dan tidak terbalik (khusus AVOmeter yang probenya dapat dilepas)
  5. Lihat spesifikasi AKI, secara umum AKI motor dan AKI mobil memiliki tegangan 13,7 Volt DC (jika penuh)
  6. Jika sudah diketahui data ini, saklar selector pindah ke DCV skala 50
  7. Kenapa tidak 10? Ya logika saja, yang mau diukur 13,7 Volt, sedangkan skala maksimum pada selector 10, ada 2 kemungkinan, AVOmeter langsung rusak (kebakar) atau langsung putus (ada pengaman)
  8. Pastikan saat mengukur AKI, probe Merah (+) dan Hitam (-) tidak salah kutub (polar)
  9. Analisa Hasil pengukuran, saklar selector di skala 50, maka skala yang dibaca pada papan dari 0 - 50. Jarum menunjuk di angka 10 + 1 = 11. Maka hasil pengukuran = 11 DCV
<;MENGUKUR AKI MENGGUNAKAN avometer
Gambar 7. Mengukur tegangan AKI menggunakan AVOmeter

Contoh 2:
<;MENGUKUR baterai MENGGUNAKAN avometer
Gambar 8. Mengukur tegangan baterai menggunakan AVOmeter

Contoh pengukuran tegangan AC AVOmeter

Langkah pengukuran Tegangan AC PLN menggunakan AVOmeter.

  1. Lakukan cek AVOmeter, apakah ada baterainya
  2. Pastikan jarum tunjuk AVOmeter lurus dengan angka NOL. Gunakan cermin yang ada di papan skala
  3. Atur jarum tunjuk AVOmeter lurus dengan angka NOL (jika diperlukan). Gunakan obeng Minus dan cermin yang ada di papan skala, agar akurat
  4. Pastikan probe merah dan hitam dalam keadaan baik, dan tidak terbalik (khusus AVOmeter yang probenya dapat dilepas)
  5. Diketahui, tegangan PLN di Indonesia 220 VAC
  6. Jika sudah diketahui data ini, saklar selector pindah ke ACV skala 250
  7. Pastikan saat mengukur listrik PLN, gunakan sandal atau sepatu untuk keamanan
  8. Analisa Hasil pengukuran, saklar selector di skala 250, maka skala yang dibaca pada papan dari 0 - 250. Jarum menunjuk di angka 175 + 5 + 5 = 185. Maka hasil pengukuran = 185 ACV
<;MENGUKUR tegangan PLN MENGGUNAKAN avometer
Gambar 8. Mengukur tegangan PLN menggunakan AVOmeter

Contoh pengukuran tegangan AC diatas 300 Volt

Langkah pengukuran Tegangan AC diatas 300 ACV menggunakan AVOmeter.

  1. Lakukan cek AVOmeter, apakah ada baterainya
  2. Pastikan jarum tunjuk AVOmeter lurus dengan angka NOL. Gunakan cermin yang ada di papan skala
  3. Atur jarum tunjuk AVOmeter lurus dengan angka NOL (jika diperlukan). Gunakan obeng Minus dan cermin yang ada di papan skala, agar akurat
  4. Pastikan probe merah dan hitam dalam keadaan baik, dan tidak terbalik (khusus AVOmeter yang probenya dapat dilepas)
  5. Diketahui, hendak mengukur tegangan ACV diatas 300 Volt
  6. Jika sudah diketahui data ini, saklar selector pindah ke ACV skala 1000
  7. Pastikan saat mengukur listrik, gunakan sandal atau sepatu untuk keamanan
  8. Analisa Hasil pengukuran, saklar selector di skala 1000, maka skala yang dibaca pada papan dari 0 - 10. Jarum menunjuk di angka 6 + 0,2 = 6,2. Maka hasil pengukuran = 6,2 x 100 = 620 ACV
<;MENGUKUR tegangan diatas 300 volt MENGGUNAKAN avometer
Gambar 9. Mengukur tegangan diatas 300 Volt menggunakan AVOmeter

Melakukan kalibrasi AVOmeter untuk mengukur Ohm (hambatan)

Langkah kalibrasi pengukuran resistasi menggunakan AVOmeter.

  1. Lakukan cek AVOmeter, apakah ada baterainya
  2. Posisikan Saklar selector pada OHM
  3. Lakukan kalibrasi (menolkan) jarum tunjuk, Caranya...
  4. Ada banyak pilihan skala, mulai dari X1, X10, X1K (1000 ohm)) dan X100K (100.000 ohm)
  5. Untuk saat ini, pilih selector pada X10
  6. Gabungkan (tempel) Probe merah (+) dan Probe hitam (-)
  7. Jarum tunjuk akan bergerak ke arah NOL (0)
  8. Probe masih dalam keadaan menempel, putar KNOB pengatur 0 Ohm sampai jarum tunjuk benar-benar di posisi 0
  9. Jika sudah, maka AVOmeter siap digunakan untuk mengukur Resistansi
<;Cara kalibrasi 0 pengukuran OHM di AVOmeter
Gambar 10. Cara kalibrasi 0 pengukuran OHM di AVOmeter

Rumus membaca hasil pengukuran Ohm (hambatan) AVOmeter

Rumus untuk mengukur hasil pengukuran OHM (hambatan) adalah sebagai berikut:

<;rumus membaca OHM avometer
Gambar 11. Rumus membaca hasil pengukuran OHM tegangan

Contoh pengukuran OHM / resistansi dengan AVOmeter

Langkah pengukuran OHM/resistansi menggunakan AVOmeter.

  1. Lakukan cek AVOmeter, apakah ada baterainya
  2. Posisikan Saklar selector pada OHM
  3. Lakukan kalibrasi
  4. Contoh: diberikan reistor 4 warna : coklat, hitam, merah dan emas
  5. Lakukan perhitungan nilai resistor tersebut berdasar teori (pelajari cara membaca resistor 4 dan 5 warna), berdasar hasil perhitungan R = 1000 Ohm
  6. Sesuaikan hasil perhitungan dengan pilihan saklar selector. Selector diposisi X10
  7. Analisanya jarum harus menunjuk diangka 100. Kenapa? Karena 100 X10 = 1000 ohm (1KOhm).
  8. Sekarang berdasarkan pengukuran : Tempel probe sesuai contoh pada kaki kaki resistor
  9. Jika sudah, lihat hasil pengukuran dari jarum AVOmeter yang ditunjuk. Jarum menunjuk di angka 80, jadi berdasar hasil pengukuran = 80 X10 = 800 ohm
  10. Kalau bedanya terlalu jauh antara hasil perhitungan dan hasil pengukuran, anda bisa ambil kesimpulan, bahwa resistor tersebut rusak
<;Mengukur resistor 1Kohm menggunakan AVOmeter
Gambar 12. Mengukur resistor 1Kohm menggunakan AVOmeter

Contoh pengukuran mengecek Kabel Bagus atau Tidak dengan AVOmeter posisi Ohm

Langkah pengukuran mengecek Kabel Bagus atau Tidak

  1. Lakukan cek AVOmeter, apakah ada baterainya
  2. Posisikan Saklar selector pada OHM
  3. Lakukan kalibrasi
  4. Kabel yang bagus, ujung dengan ujung harus tersambung maka Resistansi (hambatan) kabel sangat kecil mendekati 0, jika kabel putus, maka resistansi (hambatannya) bernilai sangat besar alias tidak tersambung
  5. Pilih saklar selector diposisi X1
  6. Analisa kasar jarum harus menunjuk diangka 0. Kenapa? Berarti kabel bagus. Jika jarum tidak bergerak, kesimpulan kabel putus
  7. Tempel probe diujung kabel A dan B
  8. Jika sudah, lihat hasil pengukuran dari jarum AVOmeter yang ditunjuk. Jarum menunjuk di angka 0, jadi berdasar hasil pengukuran = 0 X1 = 0, maka kabel tersebut dinyatakan bagus
<;mengecek kondisi kabel menggunakan AVOmeter
Gambar 13. Mengecek kondisi kabel menggunakan AVOmeter

Cara menggunakan AVOmeter | Multimeter Analog


Cara menggunakan AVOmeter - AVOmeter atau Multimeter merupakan alat ukur general purpose (digunakan secara luas). Fungsi AVOmeter (Multimeter/Multitester) Analog analog secara umum untuk mengukur tegangan, Arus dan Hambatan. AVO adalah singkatan dari Ampere Voltase dan Ohm jika di bahasakan menjadi Arus, Tegangan dan Resistansi/hambatan.

Setelah kalian mempelajari tentang Arus dan tegangan listrik, hukum Ohm dan daya listrik, kita akan belajar mengukur menggunakan alat ukur listrik seperti AVOmeter atau Multimeter

Fokus dalam pembahasan kali ini adalah AVOmeter Analog. Apa itu Analog? Lanjut baca ya...

Cara menggunakan AVOmeter Analog


Penjelasan AVOmeter Analog

AVOmeter adalah alat ukur listrik dan rangkaian listrik. Apa saja yang dapat diukur oleh AVOmeter? Sesuai namanya, AVOmeter dapat mengukur Ampere (Arus), Voltase(Tegangan) dan Ohm (Resistansi/hambatan) listrik

AVO atau Multimeter Analog adalah alat ukur listrik yang menggunakan penunjuk hasil pengukuran secara manual (analog) menggunakan jarum tunjuk. Jadi kalian harus dapat menganalisa dan memperhitungkan hasil pengukuran berdasarkan beberapa parameter. Gimana caranya? Baca terus...

Kenapa memakai AVOmeter analog? Pertama karena murah! Hehehe. Yang kedua handal dan awet.

Bagian-bagian AVOmeter Analog

Nah, bagian-bagian mana saja yang harus dipahami oleh kalian diantaranya ditunjukan oleh gambar dibawah ini.



Ada 10 bagian AVOmeter yang akan sering dipakai dalam kegiatan pengukuran Arus, tegangan atau Ohm (resistansi)
Nilai resistor smd sistem EIA 96
No. Nama bagian Fungsi
1 Papan skala Papan yang berisi angka-angka yang diskalakan
2 Jarum penunjuk Jarum yang akan menunjuk pada angka tertentu dipapan skala.
3 Pengatur Nol (0) jarum Mengatur posisi jarum di angka 0 pada papan selector untuk pengukuran Tegangan dan Arus
4 Selector Tegangan DC Arahkan saklar selector ke posisi ini untuk mengukur tegangan DC. Tegangan DC seperti baterai dan AKI
5 Selector Arus DC Arahkan saklar selector ke posisi ini untuk mengukur tegangan DC. Tegangan DC seperti baterai dan AKI
6 Saklar selector Saklar untuk memilih jenis pengukuran. Misal, mengukur resistansi, arahkan saklar ke selector OHM, tegangan DC ke DCV atau tegangan AC ke ACV
7 Probe (peraba) Kabel merah dan hitam yang dipakai untuk mengukur dengan cara menempelkan ujung probe pada benda / alat yang akar diukur
8 Pengatur nol (0) Ohm meter Saat mengukur OHM, pastikan dikalibrasi (di nolkan) agar pengukuran akurat. Gimana caranya? Baca terus...
9 Selector Tegangan AC Arahkan saklar selector ke posisi ini untuk mengukur tegangan AC. Tegangan AC seperti PLN
10 Selector Ohm Selector untuk mengukur resistansi. Umumnya yang diukur adalah resistor, kabel dll.

K3LH dalam pemakaian AVOmeter

Agar AVOmeter yang dipakai awet dan menghindari kecelakaan kerja, maka perlu adanya pengetahuan dasar penggunaan AVOmeter.

A Matikan AVOmeter

Selalu posisikan saklar selector pada posisi OFF jika AVOmeter tidak digunakan, terutama dalam jangka waktu lama. Didalam AVOmeter terdapat 2 baterai yang akan bekerja saat saklar selector digunakan untuk pengukuran.



B Mengukur tegangan AC (listrik PLN) yang tidak diketahui besarnya

Saat mengukur tegangan, terutama AC (Alternating Current) yang tidak diketahui besaranya, maka pastikan saklar selector selalu pada posisi skala tertinggi.

Tujuannya agar saat tegangan yang terukur ternyata sangat besar, maka AVOmeter tidak jebol! (Rusak). Tegangan AC disebut tegangan dengan arus bolak balik, sehingga tidak ada polaritas (+ dan -). Silahkan gunakan probe untuk mengukur secara bebas.



C Mengukur tegangan DC (AKI / Baterai) yang tidak diketahui besarnya

Saat mengukur tegangan, terutama DC (Direct Current) yang tidak diketahui besaranya, maka pastikan saklar selector selalu pada posisi skala tertinggi.

Tujuannya agar saat tegangan yang terukur ternyata sangat besar, maka AVOmeter tidak jebol! (Rusak). Kemudian, tegangan DC disebut tegangan dengan arus searah, sehingga ada ada polaritas (+ dan -). Pastikan probe merah pada polaritas plus (+) dan probe hitam pada minus (-).



D Mengukur Arus



Memahami papan skala AVOmeter / Multimeter analog

Kita analisa dulu bagian-bagian papan skala pada AVOmeter/Multimeter dibawah ini ya...



Pada saat mengukur tegangan, baik DC maupun AC, gunakan area papan bertuliskan DCV/ACV. Area kerja jarum dari 0 sampai angka maksimum (10/50/250). Sedangkan untuk pengukuran Ohm (resistansi), gunakan area kerja yang ditunjukan oleh garis panah hitam dari 0 sampai tak hingga.

Rumus membaca hasil pengukuran tegangan AVOmeter

Untuk membaca hasil pengukuran AVOmeter/Multimeter, maka selain pengalaman, ada juga rumusnya. Cari yang paling mudah saja, dan kalian juga dapat menemukan rumusnya sendiri seiring kalian sering menggunakan alat ukur listrik ini.





Contoh pengukuran tegangan DC AVOmeter

Langkah pengukuran Tegangan DC / AKI menggunakan AVOmeter.

  1. Lakukan cek AVOmeter, apakah ada baterainya
  2. Pastikan jarum tunjuk AVOmeter lurus dengan angka NOL. Gunakan cermin yang ada di papan skala
  3. Atur jarum tunjuk AVOmeter lurus dengan angka NOL (jika diperlukan). Gunakan obeng Minus dan cermin yang ada di papan skala, agar akurat
  4. Pastikan probe merah dan hitam dalam keadaan baik, dan tidak terbalik (khusus AVOmeter yang probenya dapat dilepas)
  5. Lihat spesifikasi AKI, secara umum AKI motor dan AKI mobil memiliki tegangan 13,7 Volt DC (jika penuh)
  6. Jika sudah diketahui data ini, saklar selector pindah ke DCV skala 50
  7. Kenapa tidak 10? Ya logika saja, yang mau diukur 13,7 Volt, sedangkan skala maksimum pada selector 10, ada 2 kemungkinan, AVOmeter langsung rusak (kebakar) atau langsung putus (ada pengaman)
  8. Pastikan saat mengukur AKI, probe Merah (+) dan Hitam (-) tidak salah kutub (polar)
  9. Analisa Hasil pengukuran, saklar selector di skala 50, maka skala yang dibaca pada papan dari 0 - 50. Jarum menunjuk di angka 10 + 1 = 11. Maka hasil pengukuran = 11 DCV


Contoh 2:


Contoh pengukuran tegangan AC AVOmeter

Langkah pengukuran Tegangan AC PLN menggunakan AVOmeter.

  1. Lakukan cek AVOmeter, apakah ada baterainya
  2. Pastikan jarum tunjuk AVOmeter lurus dengan angka NOL. Gunakan cermin yang ada di papan skala
  3. Atur jarum tunjuk AVOmeter lurus dengan angka NOL (jika diperlukan). Gunakan obeng Minus dan cermin yang ada di papan skala, agar akurat
  4. Pastikan probe merah dan hitam dalam keadaan baik, dan tidak terbalik (khusus AVOmeter yang probenya dapat dilepas)
  5. Diketahui, tegangan PLN di Indonesia 220 VAC
  6. Jika sudah diketahui data ini, saklar selector pindah ke ACV skala 250
  7. Pastikan saat mengukur listrik PLN, gunakan sandal atau sepatu untuk keamanan
  8. Analisa Hasil pengukuran, saklar selector di skala 250, maka skala yang dibaca pada papan dari 0 - 250. Jarum menunjuk di angka 175 + 5 + 5 = 185. Maka hasil pengukuran = 185 ACV


Contoh pengukuran tegangan AC diatas 300 Volt

Langkah pengukuran Tegangan AC diatas 300 ACV menggunakan AVOmeter.

  1. Lakukan cek AVOmeter, apakah ada baterainya
  2. Pastikan jarum tunjuk AVOmeter lurus dengan angka NOL. Gunakan cermin yang ada di papan skala
  3. Atur jarum tunjuk AVOmeter lurus dengan angka NOL (jika diperlukan). Gunakan obeng Minus dan cermin yang ada di papan skala, agar akurat
  4. Pastikan probe merah dan hitam dalam keadaan baik, dan tidak terbalik (khusus AVOmeter yang probenya dapat dilepas)
  5. Diketahui, hendak mengukur tegangan ACV diatas 300 Volt
  6. Jika sudah diketahui data ini, saklar selector pindah ke ACV skala 1000
  7. Pastikan saat mengukur listrik, gunakan sandal atau sepatu untuk keamanan
  8. Analisa Hasil pengukuran, saklar selector di skala 1000, maka skala yang dibaca pada papan dari 0 - 10. Jarum menunjuk di angka 6 + 0,2 = 6,2. Maka hasil pengukuran = 6,2 x 100 = 620 ACV


Melakukan kalibrasi AVOmeter untuk mengukur Ohm (hambatan)

Langkah kalibrasi pengukuran resistasi menggunakan AVOmeter.

  1. Lakukan cek AVOmeter, apakah ada baterainya
  2. Posisikan Saklar selector pada OHM
  3. Lakukan kalibrasi (menolkan) jarum tunjuk, Caranya...
  4. Ada banyak pilihan skala, mulai dari X1, X10, X1K (1000 ohm)) dan X100K (100.000 ohm)
  5. Untuk saat ini, pilih selector pada X10
  6. Gabungkan (tempel) Probe merah (+) dan Probe hitam (-)
  7. Jarum tunjuk akan bergerak ke arah NOL (0)
  8. Probe masih dalam keadaan menempel, putar KNOB pengatur 0 Ohm sampai jarum tunjuk benar-benar di posisi 0
  9. Jika sudah, maka AVOmeter siap digunakan untuk mengukur Resistansi


Rumus membaca hasil pengukuran Ohm (hambatan) AVOmeter

Rumus untuk mengukur hasil pengukuran OHM (hambatan) adalah sebagai berikut:



Contoh pengukuran OHM / resistansi dengan AVOmeter

Langkah pengukuran OHM/resistansi menggunakan AVOmeter.

  1. Lakukan cek AVOmeter, apakah ada baterainya
  2. Posisikan Saklar selector pada OHM
  3. Lakukan kalibrasi
  4. Contoh: diberikan reistor 4 warna : coklat, hitam, merah dan emas
  5. Lakukan perhitungan nilai resistor tersebut berdasar teori (pelajari cara membaca resistor 4 dan 5 warna), berdasar hasil perhitungan R = 1000 Ohm
  6. Sesuaikan hasil perhitungan dengan pilihan saklar selector. Selector diposisi X10
  7. Analisanya jarum harus menunjuk diangka 100. Kenapa? Karena 100 X10 = 1000 ohm (1KOhm).
  8. Sekarang berdasarkan pengukuran : Tempel probe sesuai contoh pada kaki kaki resistor
  9. Jika sudah, lihat hasil pengukuran dari jarum AVOmeter yang ditunjuk. Jarum menunjuk di angka 80, jadi berdasar hasil pengukuran = 80 X10 = 800 ohm
  10. Kalau bedanya terlalu jauh antara hasil perhitungan dan hasil pengukuran, anda bisa ambil kesimpulan, bahwa resistor tersebut rusak


Contoh pengukuran mengecek Kabel Bagus atau Tidak dengan AVOmeter posisi Ohm

Langkah pengukuran mengecek Kabel Bagus atau Tidak

  1. Lakukan cek AVOmeter, apakah ada baterainya
  2. Posisikan Saklar selector pada OHM
  3. Lakukan kalibrasi
  4. Kabel yang bagus, ujung dengan ujung harus tersambung maka Resistansi (hambatan) kabel sangat kecil mendekati 0, jika kabel putus, maka resistansi (hambatannya) bernilai sangat besar alias tidak tersambung
  5. Pilih saklar selector diposisi X1
  6. Analisa kasar jarum harus menunjuk diangka 0. Kenapa? Berarti kabel bagus. Jika jarum tidak bergerak, kesimpulan kabel putus
  7. Tempel probe diujung kabel A dan B
  8. Jika sudah, lihat hasil pengukuran dari jarum AVOmeter yang ditunjuk. Jarum menunjuk di angka 0, jadi berdasar hasil pengukuran = 0 X1 = 0, maka kabel tersebut dinyatakan bagus