Showing posts with label konfigurasi-ip-address. Show all posts
Showing posts with label konfigurasi-ip-address. Show all posts

Saturday, November 20, 2021

Kalkulator IP Address | IP Calculator

<;Kalkulator IP | IP CalculatorKalkulator IP address atau IP Calculator adalah alat yang berguna untuk membantu siswa SMK jurusan TKJ kelas 10, 11 dan 12 dalam menentukan subnetting pada sebuah jaringan jika diketahui data IPnya.

Cara menggunakan aplikasi Kalkulator IP | IP Calculator

Cara menggunakan aplikasi Kalkulator IP | IP Calculator di bawah ini cukup mudah. Baca cara menggunakan IP calculator ini

  1. Ketik Alamat IP yang sudah anda tentukan (atau IP pada contoh soal) di form yang disediakan
  2. Ketik Jumlah host yang anda rencanakan untuk diberikan pada jaringan komputer
  3. Klik tombol Hitung
  4. Silahkan dicoba saja. Mudah 'kan?
Untuk memudahkan anda, lihat tabel jumlah host dibawah ini. Ketik jumlah host sebagai patokan untuk menentukan Subnetmask atau prefix. <;Kalkulator IP
Sumber gambar: tkj.smkpertiwikng.sch.id Tabel CIDR dan subnetting

Kalkulator IP | IP Calculator

Ketik IP address . . .
Jumlah host / Client

IP desimal :
IP Biner :
Subnet mask :
SubnetMask Biner :
CIDR Prefix :/
*NetID :
NetID biner :
*BroadcastID :
BroadcastID biner :
Class IP :
*IP ini valid berada di range:
catatan:
  1. Pastikan IP yang anda ketik adalah IP valid dan berada di range yang tersedia
  2. Jika tidak di dalam range, maka di pastikan IP tersebut tidak valid. Cek apakah masuk sebagai NetID atau BroadcastID

Kalkulator IP Address | IP Calculator


Kalkulator IP address atau IP Calculator adalah alat yang berguna untuk membantu siswa SMK jurusan TKJ kelas 10, 11 dan 12 dalam menentukan subnetting pada sebuah jaringan jika diketahui data IPnya.

Cara menggunakan aplikasi Kalkulator IP | IP Calculator

Cara menggunakan aplikasi Kalkulator IP | IP Calculator di bawah ini cukup mudah. Baca cara menggunakan IP calculator ini

  1. Ketik Alamat IP yang sudah anda tentukan (atau IP pada contoh soal) di form yang disediakan
  2. Ketik Jumlah host yang anda rencanakan untuk diberikan pada jaringan komputer
  3. Klik tombol Hitung
  4. Silahkan dicoba saja. Mudah 'kan?
Untuk memudahkan anda, lihat tabel jumlah host dibawah ini. Ketik jumlah host sebagai patokan untuk menentukan Subnetmask atau prefix.

Kalkulator IP | IP Calculator

Ketik IP address . . .
Jumlah host / Client

IP desimal :
IP Biner :
Subnet mask :
SubnetMask Biner :
CIDR Prefix :/
*NetID :
NetID biner :
*BroadcastID :
BroadcastID biner :
Class IP :
*IP ini valid berada di range:
catatan:
  1. Pastikan IP yang anda ketik adalah IP valid dan berada di range yang tersedia
  2. Jika tidak di dalam range, maka di pastikan IP tersebut tidak valid. Cek apakah masuk sebagai NetID atau BroadcastID

Wednesday, July 22, 2020

Pengertian IP Address | Jenis dan Fungsinya

<;Pengertian IP Address | Jenis dan Fungsinya Pengertian IP Address | Jenis dan Fungsinya - IP Address adalah alamat unik yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. Peralatan yang menggunakan sumber daya topologi jaringan komputer pasti akan menggunakan IP address sebagai identitas unik.

Contoh, komputer, printer, server atau Handphone Android yang mengakses jaringan komputer, akan diberikan IP address secara otomatis atau dapat juga secara manual (tergantung kebijakan) yang akan digunakan untuk mengakses Internet, data, server, tergantung fungsi dan tujuan jaringan itu dibuat.

Hari ini kita akan membahas materi IP Address, selain itu anda juga belajar mengidentifikasi kelas IP address yang terdapat didalam topologi jaringan.

Sebelum anda mampu mengidentifikasi IP Address, menguasai topik-topik atau materi seperti Sistem bilangan dan cara mengkonversi sistem bilangan biner adalah pondasi utama ketika belajar kompetensi Jaringan komputer dasar.

Tapi kali ini kita akan fokus belajar tentang IP Address secara umum sebagai dasar kalian mempelajari materi komputer dan jaringan dasar selanjutnya.

Syarat pertama materi IP address, kamu harus kenal dulu beberapa istilah yang nantinya akan sering kita gunakan, diantaranya sebagai berikut:

  1. Bit: Satuan terkecil data. Di asosiasikan sebagai bilangan biner, nilainya 1 (on) atau 0 (off). Jika masih belum paham baca link ini konversi bilangan biner.
  2. Byte: 1 byte = 8 bit.
  3. Oktet: 1 oktet terdiri dari 8 bit, sama dengan byte, dan IP address terdiri dari 4 oktet.
  4. Network address: alamat network (alamat jaringan, ibarat nomor rumah pak Lurah)
  5. Broadcast address: alamat broadcast (alamat penyiar, ibarat nomor rumah pak RT).
  6. Host address: alamat host (alamat rumah, ibarat nomor rumah kamu)
Materinya masih ada lagi, jadi kita bahas satu-satu ya...

IP address | Pengertian fungsi jenis dan tipenya


Pengertian IP address





Posisi IP Address pada standar Protocol TCP/IP layer

Sebelum lebih jauh, kita bahas dulu apa itu Standar Internet Protocol. Internet protocol adalah aturan yang disepakati baik dalam model jaringan seperti standar OSI Layer model maupun standar TCP/IP model.

Pada kasus selanjutnya, jaringan komputer menggunakan TCP/IP updated model karena fleksibilitasnya (nanti kita bahas lebih lanjut pada materi standar komunikasi data).

Pada model TCP/IP 4 lapisan, protokol Internet (IP) terdapat didalam lapisan Internet sedangkan pada model TCP/IP update 5 lapisan, protokol Internet (IP) terdapat didalam lapisan Network dimana salah satu fungsi/tujuan lapisan Internet Network adalah melakukan pengalamatan jalur paling baik dalam pengiriman paket komunikasi data.

Pada gambar 1, adalah ilustrasi letak IP pada standar komunikasi data yang disepakati dunia yaitu arsitektur jaringan Model TCP/IP Updated.

<;Posisi IP Address di model TCP/IP
Gambar 1. Tempat IP address di TCP/IP Model updated Layer
Nah, kini anda memahami bahwa IP address pada model TCP/IP, terdapat di lapisan Network dan memiliki tugas penting yaitu memberi label alamat peralatan jaringan agar dapat berkomunikasi.

Versi IP address

Versi IP address sejauh ini menggunakan 2 versi. Yang pertama adalah IP Address versi 4 (IPv4) dan yang kedua adalah IP Address versi 6 (IPv6).

<;Daya tampung IP address
Gambar 2. Perbandingan daya tampung IPv4 dan IPv6

IP Address versi 4 (IPv4)

IP Addres versi 4 atau yang lebih dikenal dengan IPv4 adalah versi yang umum dipakai pada saat ini, terdiri 32 bit dibagi dalam 4 oktet .


IP Address versi 6 (IPv6)

IPv6 atau IP Address versi 6 adalah pengalamatan dalam jaringan komputer yang terdiri dari 128 bit, dibagi dalam 16 oktet yang diciptakan untuk menangani masalah keterbatasan daya tampung IPv4.


Jika dihitung, IP Address versi 6 memiliki panjang 128 bit dibagi dalam 16 oktet (ingat, ada 8 blok, 1 blok = 2 oktet = 16bit) yang masing �? masing oktet dapat menampung 255 host. Jika dikalkulasikan secara keseluruhan, IPv6 dapat menampung sekitar 2128 = 3,4 Trilyun host. Nah, segitu kira-kira banyaknya IP address yang bisa dihasilkan IPv6

Kelas IP address

Emang IP address ada kelasnya?

Ada dong!

IP address pada awalnya didesain menggunakan kelas-kelas.

Kok pada awalnya kak?

Ya nanti kita bahas tentang Classless IP address, tapi sabar ya, pembahasan di postingan yang lain...

Pembagian IP address berdasarkan kelas untuk menyesuaikan kebutuhan banyaknya IP yang bisa dipakai dalam 1 jaringan.

Ada kelas IP Address yang didesain dengan network yang banyak, tapi memiliki jumlah IP address yang bisa dipakai sedikit. Ada juga kelas IP dengan jumlah network yang sedikit, tapi memiliki jumlah IP address yang bisa dipakai sangat banyak.

<;Kelas IP Address
Gambar 3. Kelas-Kelas IP address

<;Pembagian Kelas IP Address
Gambar 4. Pembagian kelas IP Address. Perhatikan pembagian bit bagian network dan host
Coba kalian perhatikan gambar 4, terutama pada bagian Porsi Network dan Porsi Host-nya. Perhatikan bagian Network, dimana jumlah bit pada bagian ini akan menjadi Subnet mask atau prefix length. yaitu identitas jaringan.




Lha, yang kelas D dan E kemana pak?


Pak, datangnya angka 255 itu dari mana?


Tipe IP Addressing (pengalamatan IP)

Ada 2 tipe IP addressing yang umum dipakai dalam menerapkan pengalamatan jaringan komputer, yaitu tipe IP Private atau IP Public.

IP Private

Alamat IP Private adalah alamat yang dialokasikan oleh InterNIC untuk memungkinkan organisasi membuat jaringan Private (lokal) mereka sendiri.

Ada tiga blok IP Private yang dapat dipakai:

  1. Kelas A : yaitu IP 10.0.0.0 sampai 10.255.255.255
  2. Kelas B : yaitu IP 172.16.0.0 sampai 172.31.255.255
  3. Kelas C : yaitu IP 192.168.0.0 sampai 192.168.255.255

<;pengertian IP Private
Gambar 5. Gambaran cara kerja IP Private


Alamat IP Private sudah ditentukan agar tidak saling melakukan overlapping dengan alamat IP Public.

Sebuah jaringan yang menggunakan alamat IP privat disebut juga dengan jaringan privat atau private network, paling umum disebut LAN (Local area Network).

IP Public


Perangkat yang menggunakan IP public, seperti web server, mailserver, DNS server, game server ataupun perangkat lain dapat diakses dari jaringan manapun di dunia ini yang terkoneksi ke internet.

Untuk dapat menggunakan IP public, suatu organisasi biasanya dapat mendaftarkan diri ke salah satu ISP (Internet Service Provider).

Didunia ada badan atau organisasi yang mengelola Internet resources ini, yaitu sebagai RIR (Regional Internet Registry) organisasi setingkat benua atau beberapa negara dan NIR (National Internet Registry) organisasi setingkat negara.

Indonesia sendiri mempunyai NIR tersebut dibawah APJII atau bagian dari divisi APJII yaitu IDNIC (Indonesia Network Information Center) dengan website resmi www.idnic.net atau www.apjii.or.id. Organisasi ini yang akan mengurus masalah IP public dan standard jaringan lainnya.

Cara mengkonfigurasi IP address

Ada 2 cara konfigurasi IP address

A IP Static

Alamat IP di konfigurasi dan diinput secara manual. Semua alamat IP, subnetmask default gateway dan DNS dimasukkan secara manual

B IP Dynamic

Alamat IP di konfigurasi dan diinput secara otomatis. Semua alamat IP disediakan oleh server khusus yang diberi nama DHCP server.

Memahami Unicast Broadcast dan Multicast

Unicast

merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.<;IP Address unicast

Broadcast

merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-many.<;IP Address unicastMulticastmerupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.<;IP Address unicasthttps://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP_versi_4

Pengertian IP Address | Jenis dan Fungsinya


Pengertian IP Address | Jenis dan Fungsinya - IP Address adalah alamat unik yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. Peralatan yang menggunakan sumber daya topologi jaringan komputer pasti akan menggunakan IP address sebagai identitas unik.

Contoh, komputer, printer, server atau Handphone Android yang mengakses jaringan komputer, akan diberikan IP address secara otomatis atau dapat juga secara manual (tergantung kebijakan) yang akan digunakan untuk mengakses Internet, data, server, tergantung fungsi dan tujuan jaringan itu dibuat.

Hari ini kita akan membahas materi IP Address, selain itu anda juga belajar mengidentifikasi kelas IP address yang terdapat didalam topologi jaringan.

Sebelum anda mampu mengidentifikasi IP Address, menguasai topik-topik atau materi seperti Sistem bilangan dan cara mengkonversi sistem bilangan biner adalah pondasi utama ketika belajar kompetensi Jaringan komputer dasar.

Tapi kali ini kita akan fokus belajar tentang IP Address secara umum sebagai dasar kalian mempelajari materi komputer dan jaringan dasar selanjutnya.

Syarat pertama materi IP address, kamu harus kenal dulu beberapa istilah yang nantinya akan sering kita gunakan, diantaranya sebagai berikut:

  1. Bit: Satuan terkecil data. Di asosiasikan sebagai bilangan biner, nilainya 1 (on) atau 0 (off). Jika masih belum paham baca link ini konversi bilangan biner.
  2. Byte: 1 byte = 8 bit.
  3. Oktet: 1 oktet terdiri dari 8 bit, sama dengan byte, dan IP address terdiri dari 4 oktet.
  4. Network address: alamat network (alamat jaringan, ibarat nomor rumah pak Lurah)
  5. Broadcast address: alamat broadcast (alamat penyiar, ibarat nomor rumah pak RT).
  6. Host address: alamat host (alamat rumah, ibarat nomor rumah kamu)
Materinya masih ada lagi, jadi kita bahas satu-satu ya...

IP address | Pengertian fungsi jenis dan tipenya


Pengertian IP address





Posisi IP Address pada standar Protocol TCP/IP layer

Sebelum lebih jauh, kita bahas dulu apa itu Standar Internet Protocol. Internet protocol adalah aturan yang disepakati baik dalam model jaringan seperti standar OSI Layer model maupun standar TCP/IP model.

Pada kasus selanjutnya, jaringan komputer menggunakan TCP/IP updated model karena fleksibilitasnya (nanti kita bahas lebih lanjut pada materi standar komunikasi data).

Pada model TCP/IP 4 lapisan, protokol Internet (IP) terdapat didalam lapisan Internet sedangkan pada model TCP/IP update 5 lapisan, protokol Internet (IP) terdapat didalam lapisan Network dimana salah satu fungsi/tujuan lapisan Internet Network adalah melakukan pengalamatan jalur paling baik dalam pengiriman paket komunikasi data.

Pada gambar 1, adalah ilustrasi letak IP pada standar komunikasi data yang disepakati dunia yaitu arsitektur jaringan Model TCP/IP Updated.


Nah, kini anda memahami bahwa IP address pada model TCP/IP, terdapat di lapisan Network dan memiliki tugas penting yaitu memberi label alamat peralatan jaringan agar dapat berkomunikasi.

Versi IP address

Versi IP address sejauh ini menggunakan 2 versi. Yang pertama adalah IP Address versi 4 (IPv4) dan yang kedua adalah IP Address versi 6 (IPv6).


IP Address versi 4 (IPv4)

IP Addres versi 4 atau yang lebih dikenal dengan IPv4 adalah versi yang umum dipakai pada saat ini, terdiri 32 bit dibagi dalam 4 oktet .


IP Address versi 6 (IPv6)

IPv6 atau IP Address versi 6 adalah pengalamatan dalam jaringan komputer yang terdiri dari 128 bit, dibagi dalam 16 oktet yang diciptakan untuk menangani masalah keterbatasan daya tampung IPv4.


Jika dihitung, IP Address versi 6 memiliki panjang 128 bit dibagi dalam 16 oktet (ingat, ada 8 blok, 1 blok = 2 oktet = 16bit) yang masing – masing oktet dapat menampung 255 host. Jika dikalkulasikan secara keseluruhan, IPv6 dapat menampung sekitar 2128 = 3,4 Trilyun host. Nah, segitu kira-kira banyaknya IP address yang bisa dihasilkan IPv6

Kelas IP address

Emang IP address ada kelasnya?

Ada dong!

IP address pada awalnya didesain menggunakan kelas-kelas.

Kok pada awalnya kak?

Ya nanti kita bahas tentang Classless IP address, tapi sabar ya, pembahasan di postingan yang lain...

Pembagian IP address berdasarkan kelas untuk menyesuaikan kebutuhan banyaknya IP yang bisa dipakai dalam 1 jaringan.

Ada kelas IP Address yang didesain dengan network yang banyak, tapi memiliki jumlah IP address yang bisa dipakai sedikit. Ada juga kelas IP dengan jumlah network yang sedikit, tapi memiliki jumlah IP address yang bisa dipakai sangat banyak.




Coba kalian perhatikan gambar 4, terutama pada bagian Porsi Network dan Porsi Host-nya. Perhatikan bagian Network, dimana jumlah bit pada bagian ini akan menjadi Subnet mask atau prefix length. yaitu identitas jaringan.




Lha, yang kelas D dan E kemana pak?


Pak, datangnya angka 255 itu dari mana?


Tipe IP Addressing (pengalamatan IP)

Ada 2 tipe IP addressing yang umum dipakai dalam menerapkan pengalamatan jaringan komputer, yaitu tipe IP Private atau IP Public.

IP Private

Alamat IP Private adalah alamat yang dialokasikan oleh InterNIC untuk memungkinkan organisasi membuat jaringan Private (lokal) mereka sendiri.

Ada tiga blok IP Private yang dapat dipakai:

  1. Kelas A : yaitu IP 10.0.0.0 sampai 10.255.255.255
  2. Kelas B : yaitu IP 172.16.0.0 sampai 172.31.255.255
  3. Kelas C : yaitu IP 192.168.0.0 sampai 192.168.255.255




Alamat IP Private sudah ditentukan agar tidak saling melakukan overlapping dengan alamat IP Public.

Sebuah jaringan yang menggunakan alamat IP privat disebut juga dengan jaringan privat atau private network, paling umum disebut LAN (Local area Network).

IP Public


Perangkat yang menggunakan IP public, seperti web server, mailserver, DNS server, game server ataupun perangkat lain dapat diakses dari jaringan manapun di dunia ini yang terkoneksi ke internet.

Untuk dapat menggunakan IP public, suatu organisasi biasanya dapat mendaftarkan diri ke salah satu ISP (Internet Service Provider).

Didunia ada badan atau organisasi yang mengelola Internet resources ini, yaitu sebagai RIR (Regional Internet Registry) organisasi setingkat benua atau beberapa negara dan NIR (National Internet Registry) organisasi setingkat negara.

Indonesia sendiri mempunyai NIR tersebut dibawah APJII atau bagian dari divisi APJII yaitu IDNIC (Indonesia Network Information Center) dengan website resmi www.idnic.net atau www.apjii.or.id. Organisasi ini yang akan mengurus masalah IP public dan standard jaringan lainnya.

Cara mengkonfigurasi IP address

Ada 2 cara konfigurasi IP address

A IP Static

Alamat IP di konfigurasi dan diinput secara manual. Semua alamat IP, subnetmask default gateway dan DNS dimasukkan secara manual

B IP Dynamic

Alamat IP di konfigurasi dan diinput secara otomatis. Semua alamat IP disediakan oleh server khusus yang diberi nama DHCP server.

Memahami Unicast Broadcast dan Multicast

Unicast

merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.

Broadcast

merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-many.

Multicast

merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone. Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP_versi_4

Thursday, August 23, 2018

Dasar Subnetting dan Subnet mask

<;Materi Subnetting Dasar Subnetting dan Subnet mask - Subnetting adalah teknik yang digunakan untuk memecah (atau mempartisi) jaringan ke dalam sub network yang lebih kecil. Konsep subnetting dipakai ketika sebuah jaringan komputer semakin komplex dan tidak efisien, mungkin ini saatnya untuk Subnetting ulang. (Meski tidak selamanya subnetting adalah solusi, [kita bahas di artikel berikutnya...])

Pada jaringan komputer yang menggunakan IP Private kelas C, secara default alokasi IP address yang diberikan untuk host berjumlah 254 buah.

Darimana saya tahu?

Dari default subnet mask!

Ini yang akan kita bahas. Jadi, terus baca aja ya...

Kembali ke laptop,

IP sebanyak 254 itu, bisa jadi dipakai semua atau bahkan ada yang mubazir, dimana alokasi IP untuk client sedikit (misal 10 PC) tapi kalian masih memakai setingan default subnet mask menggunakan prefix /24. Jelas ini tidak efisien!

Subnetting dan Subnet mask


Hari ini saya akan membahas materi tentang Subnetting Alamat IP versi 4.

Seperti yang telah kita pelajari minggu lalu dalam materi Memahami IP address, IPv4 panjangnya adalah 32bit dan dibagi dalam 2 bagian,yaitu: Network dan host.

Bagaimana komputer tahu mana Network mana Host?

Dari Subnet mask.

Pengertian Subnet mask

Subnet mask adalah alamat bit sepanjang 32 bit yang dibagi dalam 4 oktet digunakan untuk membedakan mana bagian Network dan mana bagian Host.

Untuk diketahui, penulisan IP address itu selalu gandengan dengan Subnet mask. Ibarat perangko, nempel aja. Bahkan walau gak ditulis sekalipun subnet mask pasti ada yaitu menggunakan default subnet mask


Gak percaya?

Misal IP address 192.168.10.2 maka dia pasti akan menggunakan subnet mask default 255.255.255.0 atau prefix /24

Fungsi Subnet mask

Alamat IP yang didefinisikan baik secara manual atau otomatis, oleh protocol TCP/IP update akan disisipi informasi jaringan (network) dan tujuan client (host).

Disinilah tugas subnet mask untuk membedakan mana alamat tujuan dan mana alamat jaringan.

Ketika jaringan komputer ibarat alamat rumah, maka dibutuhkan informasi detail seperti nama jalan, rt/rw dan nomor rumah.

Nah, untuk membedakan 2 bagian Network dan Host ini, perlu adanya Subnet mask.



Nah, seru 'kan?

Untuk memahami default subnet mask, silahkan pelajari materi IP address ini.

Pengertian Subnetting

Dalam jaringan komputer, perangkat client (host) menggunakan Broadcast untuk mencari layanan dan perangkat lainnya.



Perangkat (host) mengirim broadcast ke seluruh jaringan untuk mencari server DHCP. Pada jaringan yang besar, ini dapat membuat lalu lintas jaringan menjadi padat dan menyebabkan lelet.

Oleh sebab itu, perlu upaya agar broadcast storm (badai broadcast) tidak menimbulkan masalah, jaringan perlu dipecah-pecah agar efisien dalam pemakaian IP broadcast storm dapat diminimalisir.


Contoh kasus Perencanaan Subnetting pada Lab. Komputer

Perencanaan subnetting adalah rancangan alokasi jumlah IP berkaitan dengan jumlah client (host/PC/Alat jaringan) yang akan dipasang pada sebuat ruang atau lokasi.

Nah...misalnya ada kasus seperti ini, dalam desain topologi Network Laboratorium komputer Sekolah Anda terdapat 4 Laptop 1 server dan 1 printer (lihat gambar 2).

<;Subnetting dan subnet mask. Fungsi dan perhitungannya
Gbr 2. Merancang kebutuhan IP
Tiap perangkat ini terhubung dengan sebuah Switch Unmanaged, dimana secara default switch ini akan meneruskan paket broadcast ke seluruh host yang terhubung dengannya.

Didalam topologi, jumlah host yang akan dihubungkan oleh switch ada 6, artinya kebutuhan minimal untuk laboratorium komputer sekolah ada 6 IP address.

Untuk keperluan jaringan Lokal (Local Area Network) berskala kecil, standarnya sudah diplot menggunakan IP Private kelas C yaitu 192.168.xxx.xxx /24

Oke, lanjut bacanya...

Relasi Subnet mask dan Subnetting

Jadi seperti diketahui, IP address selalu gandengan dengan Subnet mask. Bahkan walau gak ditulis dalam prefix sekalipun! Misal IP address 192.168.10.2 maka dia pasti akan menggunakan subnet mask default 255.255.255.0 atau prefix /24

Lanjut ya...

Tadi kita sudah memplot Laboratorium komputer sekolah anda "cuma" punya 6 client yang artinya juga hanya butuh 6 IP saja dimana akan dipakai oleh 4 laptop dan 1 printer dan 1 server.

Lalu sebagai teknisi jaringan, anda faham bahwa lab tersebut adalah jaringan lokal yang kecil sehingga sudah pasti menggunakan IP Private IPv4 kelas C.

IPv4 (saya tulis gitu aja ya?) menggunakan default subnet mask prefix /24 atau dalam Biner ditulis 11111111.11111111.11111111.00000000, (coba perhatikan angka 1nya, ada 24 gak?).

Jika biner dikonversi menjadi desimal hasil prefix/24 adalah 255.255.255.0.

Oke, lanjut...untuk sementara kita tulis dulu laboratorium komputer SMKN 1 Natar menggunakan jaringan (network) 192.168.10.0/24.

"Pak! Dari mana datangnya angka 10? Apakah itu suka-suka bapak aja? Boleh gak saya tulis 192.168.0.0/24?"

Hmm, emang bener sih, suka-suka bapak aja, tapi tetap diingat, untuk jaringan IP kelas C Private penulisan IP Address standarnya seperti ini 192.168.xxx.xxx, kemudian ingat ada 4 oktet yaitu oktet 1 = 192, oktet 2 = 168, oktet 3 = xxx, dan oktet 4 = xxx

Nah, cara menentukan Network dan Host di IP address kelas C perhatikan default subnetmasknya 192.168.xxx.xxx/(N.N.N.H). Coba diperhatikan deh, kalau saya tulis 192.168.10.0/24 = 192.168.10.0/N.N.N.H, jadi angka 10 = bagian network.

Selain angka 10 boleh gak? Ya boleh, tapi ikut aturan ya, dimana 1 oktet = 8 bit. Artinya Network atau Host dapat dimulai dari 00000000 = 0 desimal sampai 11111111 = 255 desimal. Oke, kalau ada yang bingung, buka lagi materi sistem bilangan ini ya....

<;Menganalisa Subnet mask untuk menentukan jumlah IP per jaringan
Gbr 3. Menganalisa Subnet mask untuk menentukan jumlah IP per jaringan

Cara menentukan porsi Network dan porsi Host pada sebuah IP Address dari Subnet mask

Perhatikan gambar 4 dibawah...Diketahui IP Address 192.168.10.0, oiya pada oktet 4 sengaja angka 0 saya tulis dalam biner menjadi 00000000

Nah, sekarang perhatikan gambar 3, jika Laptop di konfigurasi dengan IP address 192.168.10.1 dan printer di beri IP address 192.168.20.1, apakah konek?

<;Menganalisa Subnet mask untuk menentukan jumlah IP per jaringan
Gbr 4. Menganalisa Subnet mask untuk menentukan jumlah IP per jaringan. Pada ilustrasi, jika laptop diberi IP 192.168.20.1/24 dan printer diberi IP 192.168.10.1/24, apa yang terjadi?

IP address versi 4 seperti diketahui panjangnya 32bit, dibagi dalam 4 oktet, artinya 1 oktet = 8bit.

Nah coba kamu amati, jika saya tulis sebuah IP 192.168.10.0/24, angka 10 berada di oktet ke berapa? 1,2,3,4? bagian mana? Network atau Host?

Network! Lantas dari mana kalian tahu 10 itu bagian network? Subnet mask default dimana 255.255.255.0 = 11111111.11111111.11111111.00000000. Ciri-ciri bagian Network jika memiliki bit 1 dan Host bit 0. Bagussss...

Lalu IP address 192.168.10.0 dimana pada oktet 4 = 0 (00000000) kenapa disebut Network? Seharusnya 'kan Host karena bit 0?

Untuk angka 0 atau (bit 00000000) pada oktet 4 IP address, digunakan sebagai Identitas Network NetworkID dan bit 1 semua = BroadcastID maka IP 192.168.10.0 disebut IP Network.

IP address selalu bergandengan dengan Prefix atau subnet mask. Inget, dari Subnet mask kita dapat menentukan :
  1. Jumlah Host tiap network
  2. Jumlah network,
  3. NetworkID,
  4. BroadcastID,
  5. Rentang alamat IP yang dapat dipakai oleh Host,
  6. Menentukan bagian Network dan bagian Host dari IP address

Menghitung jumlah Host tiap network yang memakai default subnet mask

Udah mulai pening belooom? Belommm! Alhamdu...lilllaah.


Perhatikan gambar 5...Jika IP Address ditulis 192.168.10.0/24 maka otomatis anda sudah faham bahwa IP ini adalah IP Network karena menggunakan Host NetworkID. IP NetworkID tidak boleh digunakan (tidak valid) karena menjadi identitas jaringan. Ciri-cirinya, oktet ke 4 ( bagian host) di beri bit 00000000 = 0 semua.

IP Address lain yang tidak boleh digunakan adalah BroadcastID karena sebagai identitas Broadcast. Ciri-cirinya IP address yang bagian Hostnya diberi bit 11111111 = 255. Contoh IP address ditulis 192.168.10.255/24 maka IP ini adalah IP Broadcast karena menggunakan Host BroadcastID. IP Broadcast jarang dinyatakan teknisi jaringan, karena IP broadcast sifatnya mengikuti konfigurasi subnet mask. Nanti kita buktikan deh...

<;IP Kelas C secara default memiliki Prefix length /24
Gbr 5. IP Kelas C secara default memiliki Prefix length /24 atau 255.255.255.0

Rumus Menghitung jumlah IP tiap network dengan Subnet mask default

Coba perhatikan gambar 5, di oktet 4 (atau porsi H-Host) bit 0 nya ada 8 kan?

Dari rumus diatas dan informasi gambar, ada 2 IP yang gak boleh di pakai karena menjadi Identitas Network dan Broadcast, yaitu IP dimana oktet4 (porsi H) nilai bitnya 00000000(0 semua) atau bitnya 11111111 (1 semua)

Wow setelah masuk rumus, hasilnya ada 254 IP yang valid gaes. Nah, Padahal kalo dilihat pada gambar 3 topologi jaringan SMKN 1 natar, kita cuma butuh 6 IP untuk semua clien. Gimana solusinya nih???? Sabar.....

Menghitung jumlah network yang memakai Subnet mask default

Perhatikan gambar 6 dibawah

<;Menghitung jumlah network
Gbr 6. Menghitung jumlah network

Rumus Menghitung jumlah Network

Coba kita analisa. IP 192.168.10.0 /24 disebut IP Network karena pada oktet4-nya ditulis 0. Perhatikan prefixnya /24 alias Subnet mask default 255.255.255.0.

Sekarang, kita akan cari prefix /24 atau default subnet mask itu memiliki berapa network?

Caranya cukup mudah, kita perhatikan oktet 4 bagian Hostnya saat dikonversi menjadi biner ada angka 1 nya gak? Gak ada 'kan? Alias 0

Maka berdasarkan rumus dapat ditulis 20 = 1 Network

Bagaimana kalau pertanyaannya dibalik, tentukan NetworkID untuk IP address 192.168.10.222 /24?

Perhatikan gambar 7 dibawah

<;konversi desimal 222 menjadi biner
Gbr.7. Jika diketahui Laptop memiliki IP 192.168.10.222 / 24 atau subnet mask 255.255.255.0, tentukan networkIDnya? Cukup simpel penyelesaiannya kok. Analisa yuk.
Mari kita analisa, pertama-tama, kita konversi desimal 222 menjadi biner.

Pakai kalkulator aja, gpp. Biar cepet. 22210 = 110111102.

Nah, kalian kali aja oktet 4 IP address dengan Oktet 4 Subnet mask. Taraa...gampang 'kan? 11011110 X 00000000 = 00000000. Gak usah mikirlah! Apapun angkanya, kalo di kali 0 ya hasilnya 0 'kan?

Jadi IP 192.168.10.222/24 menggunakan NetworkID 192.168.10.0/24. Kalau kami menyebutkan IP 192.168.10.222 berada di network ke 0.

Maaf ya, saya ngasih contoh dalam gambar 7 gak bener, hehehe. Tapi not father sih! Alias gak papa, yang penting konsepnya kena ya...

Kalau dilihat pada gambar 7, saya kasih IP 192.168.10.0/24. Ini bisa jadi pertanyaan juga.

"Apakah IP 192.168.10.0 adalah IP address yang dapat dipakai alias valid? Hayo ada yang bisa jawab gak?"

Jawabanya sederhana, lihat lagi aja gambar 7.

Cara penyelesaiannya sama aja pada penjelasan nyari biner 222 tadi. Oktet 4 kita cari desimal 0 = 00000000 biner. Lalu tinggal dikali Oktet 4 IP address dengan Oktet 4 subnet mask. Taraa....hasilnya 00000000 x 00000000=00000000. Alias 0 desimal

Nah, ini jelas bukan IP yang valid, karena kalo dibreakdown, IP 192.168.10.0 akan menghasilkan 192.168.10.0 juga, alias IP ini adalah IP Network itu sendiri. So, ini gak bisa dipake karena sebagai identitas network (NetworkID)

Faham?

Kalau udah ketemu NetworkID-nya, maka mencari alamat BroadcastID pasti gimpil!

Perhatikan gambar 8 dibawah
<;Subnetting dan subnet mask. Fungsi dan perhitungannya
Gbr.8 Perhatikan oktet4 Network IP, 0 semua 'kan? Ada berapa?8 bit 0.Sip

Dengan mengetahui Alamat Network = 192.168.10.0 dimana 0 pada oktet 4 bitnya 00000000, maka alamat broadcastID adalah jumlah maksimum bit 1 pada bagian host yaitu 11111111 (inget kalo 0-nya 8 bit maka 1-nya juga 8 bit).

Jika ditulis 192.168.10.11111111 dalam desimal 192.168.10.255

Sampe sejauh ini masih ngikutin 'kan?

"Pak, buat apa kita mengetahui networkID dan broadcastID?"

Hmm, pertanyaan bagus!


Nah ini contoh konfigurasi IP address di linux ubuntu, perhatikan bagian network dan broadcastnya.

<;Subnetting dan subnet mask. Fungsi dan perhitungannya
Konfigurasi IP address linux

Menghitung IP yang valid saat memakai default subnet mask


Perhatikan gambar 9 dibawah

<;Subnetting dan subnet mask. Fungsi dan perhitungannya
Gbr 9. Cara menentukan ip yang valid yang menggunakan subnet mask 255.255.255.0

Pada pembahasan sebelumnya, saya selalu menggunakan IP address 192.168.10.0, padahal IP ini gak valid alias gak bisa dipakai karena menjadi NetworkID.

Tapi karena udah terlanjur nulis banyak, sekalian sama-sama bingung.Hehehehe

"Nah, karena IP 192.168.10.0/24 itu bukan IP yang valid alias gak bisa dipakai, jadi IP yang valid apa dong?"

Gimpil, karena kita udah tau bahwa subnet mask 255.255.255.0 atau prefix /24 memiliki NetworkID = 192.168.10.0 dan BroadcastID = 192.168.10.255 maka,


Wow, ini pas bingit dengan rumus 2h - 2 'kan? Ada 254 IP yang bisa dipakai ges dengan menggunakan Subnet mask 255.255.255.0 alias /24

Tapi kita masih punya masalah!


"Tapi bisa gak pak dipakai?"

Ya bisa, gak masalah, no problemo. Teknisi jaringan malah kebanyakan pakai yang default saja. Tetap lancar!

"Lalu masalahnya apa,pak?"

Cuma efesiensi dan performa jaringan saja sih ges!

Dasar-dasar subnetting


Subnetting adalah memecah jaringan yang besar menjadi beberapa jaringan kecil

.

Semakin banyak bit host yang dipinjam untuk network, semakin banyak subnet (available) yang dapat dibuat tapi semakin sedikit jumlah IP validnya (total usable host).

Untuk setiap bit yang dipinjam, jumlah subnet yang tersedia menjadi dua kali lipat. Perhatikan tabel dibawah, subnet mask default 255.255.255.0 memiliki jumlah IP 256-2 = 254 IP yang valid (jumlah host)

<;Subnetting dan subnet mask. Fungsi dan perhitungannya
Ini gambaranya hubungan antara peminjaman bit, prefix terhadap jumlah network dan ip host valid

Subnetting dengan cara meminjam 1 bit dari oktet 4 subnet mask


Contoh kasus!
Sebuah lab komputer diberikan alamat jaringan oleh administrator 192.168.1.0/25. Lakukan analisa IP pada jaringan tersebut.

<;Subnetting dan subnet mask. Fungsi dan perhitungannya
Melakukan analisa perencanaan IP


Perhatikan gambar 10.

<;Subnetting dan subnet mask. Fungsi dan perhitungannya
Gbr.10. Perubahan subnet mask default karena dipinjam 1 bit pada oktet4 nya

Pada gambar 10, subnet mask default adalah prefix /24 atau 255.255.255.0 meminjam 1 bit dari host menjadi prefix /25 sehingga subnet mask saat ini memilik 25 bit 1, ditulis dalam biner: 11111111.11111111.11111111.10000000. Jika saya konversi biner ke desimal = 255.255.255.128

Dari informasi subnet mask baru ini kita dapat menentukan:

  1. Jumlah Host tiap subnet,
  2. jumlah network,
  3. NetworkID,
  4. BroadcastID,
  5. alamat IP (host) yang valid tiap network,

Perhitungan Subnetting dasar


Nah, berdasarkan data pada gambar 10, kita selesaikan analisanya sebagai berikut.

Pertama kita fokus di oktet 4 255.255.255.128, yaitu angka 128 dan itu bagian Host.

Kita konversi ke biner 128 menjadi 10000000

Sampe sini ada yang masih ada belum bangun tidur?

Kalo udah bangun, siapkan rumus 2h - 2 dan 2n


Lalu, kita breakdown yuk....

  1. Jumlah blok Subnet = 2n, n = bit 1 pada oktet 4 ada 1. Jadi Jumlah Subnet adalah 21 = 2 blok subnet
  2. Jumlah IP valid per subnet = 2h �? 2, h = bit 0 pada oktet 4 ada 7. Jadi jumlah host per subnet adalah 27 �? 2 = 128-2 = 126 host
  3. Blok NetworkID = pakai angka magic 256 - 128 (nilai 128 diambil dari oktet 4 subnet mask =>255.255.255.128) = 128. 128 adalah kelipatan untuk menentukan blok networkID.Jadi, berdasar jawaban Jumlah subnet pada poin 1, dimana menjadi 2 subnet, maka blok NetworkID ada dua yaitu,0 dan 128. Kalo ditulis networkID ke-0 = 192.168.1.0 dan networkID ke-1 = 192.168.1.128

"Lalu broadcastID nya berapa? Bagaimana dengan alamat IP valid pertama dan terakhirnya tiap blok subnet?"

Untuk menjawabnya, kita analisa dikit ya...


  1. BroadcastID blok subnet ke-0 = 128 - 1 = 127) Sehingga NetworkID 192.168.1.0 memiliki broadcastID 192.168.1.127, maka IP valid di blok NetworkID ke0 adalah 192.168.1.1 sampai 192.168.1.126
  2. BroadcastID blok subnet ke-1 = 256 - 1 = 255) Sehingga NetworkID 192.168.1.128 memiliki broadcastID 192.168.1.255. Maka IP valid di blok NetworkID ke1 adalah 192.168.1.129 sampai 192.168.1.254

Perhatikan gambar 11 dibawah sebagai ilustrasi.

<;Pergertian subnetting
Gbr 11. Tabel subnetting prefix /25. Lihat triknya.

Perhitungan Subnetting jika diketahui alamat IP dan prefixnya saja


Kadangkala teknisi jaringan terutama dari Perusahaan ISP hanya memberi alamat IP dan prefixnya saja untuk kita konfigurasi.

Contoh: Analisa sebuah IP dari ISP yag hanya memberikan informasi sebagai berikut : 192.168.10.138/27. Tentukan:

  1. subnet mask
  2. alamat networkID
  3. alamat broadcastID
  4. jumlah host per blok network
  5. posisi alamat IP tersebut di blok network ke berapa
  6. IP host pertama dan terakhir pada blok netword tersebut
Show we....

Mencari subnet mask dari prefix yang diberikan ISP


Mari kita coret-coret dan sambil perthatikan gambar 12...

<;Pergertian subnetting
Gbr 12. Perhitungan subnetting prefix /27
Pertama, kita analisa dulu prefix /27 pinjam berapa bit dari Oktet4 . Caranya simple :

27 - 24 = 3 bit yang dipinjem jadi bagian Network (atau 1) dari oktet ke 4.

"24 dari mana pak? "

Dari prefix default kelas C /24

oke faham ya...

Lalu kita jabarkan Oktet 4 tadi menjadi 11100000, langsung konversi saja ke desimal = 224. Berarti prefix /27 Subnet masknya 255.255.255.224

Menentukan NetworkID dari IP yang diberikan


Kedua, karena yang ditanya IP 192.168.10.138 NetworkID berapa, kita fokus ke oktet 4 IPnya..

138 = 10001010 (oktet 4 alamat IP)
224 = 11100000 (oktet 4 subnet mask prefix /27)
----------------------------------------------x
128 = 10000000 ( hasil perkalian ini dijadikan NetworkID )

Jadi ges...gampang 'kan?

IP 192.168.10.138 /27 itu dah ketahuan NetworkIDnya 192.168.10.128

Kalo udah ketahuan NetworkIDnya, broadcastID harusnya bisa dicari juga...

Perhatikan gambar 13 dibawah...

<;Pergertian subnetting
Gbr 13. Mencari broadcastID prefix /27

Menentukan BroadcastID dari IP yang diberikan


Ketiga, kita analisa lagi...tadi Oktet 4 yang notabene milik Host dipinjam 3bit buat si Network. Kalo ditulis dalam notasi biner = 11100000 atau 224.

Coba perhatikan, berarti Jumlah IP maksimum yang valid di bagian host sisa 5 bit 00000.

Kalo dimasukan rumus 2h - 2 = 25 - 2 = 32 - 2 = 30 IP valid.

Kita fokus ke oktet4 NetworkID ya, tadi didapat 10000000 = 128. Sekarang kita cari BroadcastIDnya.

Caranya ginih..

100 | 00000 ( sengaja saya pisahin 3 bit 100. 'Kan dipinjem buat Network )
100 | 11111 ( sengaja juga saya pisahin, biar keliatan 00000 sampai 11111 nya)

10000000 = 128 desimal --> ini buat IP NetworkID
10011111 = 159 desimal --> ini buat IP BroadcastID

Mulai ngeh ya? Asyik 'kan?

Nah Selanjutnya ke pertanyaan ke empat. Kita cari alamat host pertama dan terakhir pada blok subnet tersebut dan menentukan alamat IP 192.168.10.138/27 berada di subnet ke berapa?

Gampang ini....

Pake saja rumus 2h - 2 dan 2n

<;Pergertian subnetting
Gbr 14. Mencari broadcastID prefix /27

Yuk kita analisa dikit...

  1. Jumlah blok Subnet = 2n, n = bit 1 pada oktet4 ada 3. Jadi Jumlah Subnet adalah 24 = 8 blok subnet
  2. Jumlah IP valid per subnet = 2h �? 2, h = bit 0 pada oktet4 cuma ada 5. Jadi jumlah host per subnet adalah 25 �? 2 = 32-2 = 30 host
  3. Blok NetworkID = pakai angka magic 256 - 224 (nilai 224 diambil dari oktet4 subnet mask =>255.255.255.224) = 32. 32 kelipatan dalam menentukan networkID tertinggi.Jadi, berdasar jawaban Jumlah subnet pada poin 1, dimana menjadi 8 subnet, maka blok NetworkID ada 8 yaitu,0,32,62,96,128,160,192,224. Kalo ditulis networkID ke0 = 192.168.10.0, networkID ke 1 = 192.168.10.32 dan seterus sampai networkID ke 7 = 192.168.10.224

Mengetahui posisi IP berada di blok subnet keberapa


Ke lima, cara mengetahui IP 192.168.10.138 berada di blok network ke berapa?

Hmm, cara cepetnya gini...liat ini 0,32,62,96,128,160,192,224.

Sekarang liat IP 192.168.10.138 di oktet 4 nya saja. 138. Liat deh, 138 itu berada diantara 128 dan 160 alias berada di blok Network ke - 4.

Easy gizi 'kan?

Atau biar yakin, setelah didapat data-data tentang jumlah Network (subnet), jumlah Host per subnet, serta blok Subnet, kita akan melihat posisi IP 192.168.10.138/27 berada di subnet ke berapa.

Bikin tabel atau coretan seperti gambar 15 dibawah...

<;Fungsi Subnetting dan perhitungan subnet mask
Gbr 15. Tabel subnetting prefix /27

Mencari IP pertama dan terakhir pada blok IP yang telah ditentukan


Nah ini yang ke enam alias terakhir ya...

Sebenernya udah kejawab pada gambar 15. Tapi baiklah...biar makin clear saja jelaskan...

Karena NetworkID dan BroadcastID untuk IP 192.168.10.138 udah ketemu, gimpil bingit ini mah...

NetworkID 192.168.10.128
Host pertama IP yang valid 192.168.10.129
sampai...
Host terakhir IP yang valid 192.168.10.158
BroadcastID 192.168.10.159

Antara 129,130,131,132 sampai 158 jumlahnya ada 30 IP. Cocok kan dengan rumus diatas.

Dah ya...

Besok kita bahas FLSM, VLSM dan CIDR. Apa lagi itu? Besok aja...

Oiya, penjelasan diatas, sudah menjawab permasalah ini belum?????

<;Menerapkan Subnetting IPv4 kelas C
Gbr 2. Merancang kebutuhan IP